Juni 15, 2024

Membuat atau Membeli? Panduan untuk Membuat Keputusan yang Tepat

Ketika Anda akan menjual produk baru di toko ritel Anda, atau Anda akan membuat produk baru di fasilitas manufaktur Anda, maka salah satu hal yang harus Anda putuskan adalah apakah Anda akan membuat sendiri komponen (atau produk) tersebut sendiri, atau membelinya dari supplier.

Ya, secara umum, Anda punya dua pilihan, yaitu membuat sendiri atau membelinya dari pihak lain.

Keputusan terkait hal itu, harus Anda buat dengan cermat. Dengan penuh perhitungan. Karena keputusan tersebut akan berpengaruh langsung pada profit/loss produk Anda ke depannya.

Bagaimana cara memutuskannya?

Apa yang harus dipertimbangkan?

Inilah topik bahasan kita kali ini.

Tapi sebelum itu, pastikan Anda juga sudah bergabung dengan scmguide telegram channel untuk tetap mendapatka notifikasi postingan terbaru dari blog ini dan lebih banyak lagi insight seputar supply chain management.

Apa yang harus diperhitungkan dalam memutuskan antara membuat atau membeli (make-or-buy)

Kita masuk ke pertanyaan pentingnya. Apa yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membuat atau membeli?

Ayo kita bahas lebih detil.

Biaya

Faktor pertama, tentu saja biaya.

Ya, Anda harus menghitung berapa biaya yang harus Anda keluarkan untuk membuat komponen/produk sendiri dan berapa biaya kalau Anda membelinya dari supplier.

Anda harus memilih yang paling cost-effective.

Apa saja biaya yang harus Anda perhitungkan?

Pengadaan fasilitas

Membuat komponen/produk sendiri, Anda tentu membutuhkan fasilitas produksi.

Itu bisa berupa mesin produksi, tools, sampai area produksi itu sendiri.

Biaya pekerja (labor cost)

Lebih jauh lagi, Anda juga membutuhkan orang-orang untuk bekerja di fasilitas produksi tersebut.

Anda perlu untuk mempekerjakan mereka dan memberi pelatihan yang cukup untuk menjalankan proses produksi Anda.

Dan mempekerjakan orang berarti Anda perlu untuk membayar gaji dan semua tunjangan untuk karyawan Anda.

Biaya penyimpanan

Biaya penyimpanan, atau storage cost, juga menjadi salah satu faktor yang harus Anda pertimbangkan.

Dengan membuat komponen/produk Anda sendiri, Anda tentu akan membutuhkan fasilitas penyimpanan, baik itu untuk raw material atau pun finished goods Anda.

membuat atau membeli?

Anda akan membutuhkan area penyimpanan (lengkap dengan rack-nya mungkin?) dan juga material handling equipments, seperti forklift dan hand pallets.

Dan mungkin Anda juga harus melakukan investasi untuk semua fasilitas tersebut.

Bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli komponen/produk?

Tentu saja Anda harus mengeluarkan biaya pembelian dan transportasi untuk komponen/produk tersebut tiba di tempat Anda.

Anda juga pasti suka:

Skills dan kapabilitas

Hal selanjutnya yang harus Anda pertimbangkan adalah kemampuan Anda sendiri.

Apakah fasilitas yang Anda punya saat ini mampu menghasilkan komponen/produk sesuai standar yang diinginkan?

Apakah para pekerja di organisasi Anda punya pengetahuan dan skills yang cukup untuk membuat komponen/produk tersebut?

Apakah Anda akan mampu membuatnya dengan lebih efisien dibandingkan dengan jika supplier yang membuatnya?

Karena kita tahu, efisiensi ini akan berpengaruh pada biaya yang harus Anda keluarkan, yang itu akan berdampak langsung pada profit/loss Anda.

Atau dari sisi sebaliknya, apakah supplier Anda akan mampu membuat komponen/produk sesuai dengan spesifikasi dan standar yang Anda tetapkan?

Jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas bisa membantu Anda untuk memutuskan apakah Anda lebih baik membuat atau membeli komponen/produk tersebut.

Waktu

Bicara tentang waktu, kapan Anda membutuhkan komponen/produk tersebut?

Apakah Anda punya cukup waktu untuk mengembangkan dan membuat komponen/produk tersebut sebelum waktu launching?

Atau, apakah supplier Anda akan mampu melakukan itu?

Atau, komponen/produk yang Anda butuhkan adalah komponen/produk umum yang tersedia di pasar, yang Anda tinggal membelinya tanpa perlu persiapan apa-apa.

Waktu juga merupakan salah satu faktor yang harus Anda pertimbangkan sebelum mengambil keputusan.

Life-cycle

Pertanyaan selanjutnya adalah berapa lama Anda akan menjual, atau membutuhkan, komponen/produk tersebut?

Kalau kebutuhan Anda cuma sementara, maka akan lebih baik kalau Anda membeli komponen/produk yang umum ada di pasar dari supplier. Anda ngga perlu melakukan investasi apa pun dalam hal ini.

Tapi kalau untuk jangka panjang, Anda bisa mempertimbangkan untuk membuatnya sendiri. Tentu saja setelah Anda mempertimbangkan faktor-faktor lainnya sebelum mengambil keputusan tersebut.

Volume

Kalau Anda membuat komponen/produk Anda sendiri, maka volume yang harus Anda pertimbangkan adalah volume kebutuhan Anda sendiri.

Kalau volume Anda kecil, kemungkinan biaya yang harus Anda keluarkan untuk membuatnya lebih besar dibandingkan dengan kalau Anda membelinya dari supplier.

Kenapa?

Karena kalau komponen/produk Anda adalah komponen/produk yang umum dicari, maka supplier Anda akan menggabungkan volume permintaan Anda dengan volume permintaan dari customer mereka yang lain.

Dengan volume yang semakin besar, maka mereka bisa mendapatkan harga pembelian raw material yang lebih murah dari supplier mereka sehingga itu bisa menekan biaya produksi mereka secara keseluruhan.

Anda juga pasti suka:

Apa akibat dari pengambilan keputusan yang salah?

Salah memutuskan untuk membuat atau membeli, akan mengakibatkan ngga tercapainya profit yang Anda harapkan. Atau, setidaknya, profit Anda akan lebih rendah dibandingkan kalau Anda berhasil membuat keputusan yang tepat.

Kenapa begitu?

Karena salah memutuskan berarti Anda akan mengeluarkan biaya lebih tinggi dari yang seharusnya Anda keluarkan.

Belum lagi kalau karena itu Anda jadi terlambat merilis produk baru Anda, yang pada akhirnya Anda kehilangan momentum penjualan.

Kenapa pengambilan keputusan membuat atau membeli ini penting

Selain berdampak langsung pada profit seperti yang saya sampaikan di atas, keputusan membuat atau membeli (make or buy) ini juga bisa berpengaruh pada kualitas komponen/produk yang Anda dapatkan.

Ketika pihak yang membuat ngga kompeten dalam memproduksinya, maka Anda akan mengorbankan kualitas dari komponen/produk tersebut.

Yang pada akhirnya hal ini akan berpengaruh pada kepuasan pelanggan Anda, dan berujung pada penurunan volume penjualan Anda.

Dan keputusan yang salah juga bisa berpengaruh pada ketersediaan produk Anda di pasar.

Bayangkan kalau ternyata pihak yang harus menyediakan komponen/produk tersebut ternyata ngga punya kapasitas yang cukup untuk itu. Produk Anda akan hilang dari pasar dan kompetitor Anda akan dengan senang hati merebut pangsa pasar Anda.

Kesimpulan

Anda harus memutuskan apakah Anda akan membuat atau membeli suatu komponen/produk pada saat Anda akan merilis produk baru.

Keputusan tersebut harus Anda buat dengan cermat, mempertimbangkan banyak aspek, seperti biaya, kapasitas, kapabilitas, atau volume.

Keputusan membuat atau membeli yang tepat akan memberi Anda profit sesuai harapan Anda. Dan kualitas serta ketersediaan produk Anda di pasar pun akan terjaga.

Jadi, pastikan Anda mengambil keputusan yang tepat.

Semoga bermanfaat!Bagikan juga artikel ini pada rekan Anda yang lain supaya mereka mendapatkan manfaatnya juga. Pastikan Anda juga sudah bergabung dengan scmguide telegram channel untuk tetap mendapatkan notifikasi postingan terbaru dari blog ini sekaligus lebih banyak insight seputar supply chain management. Semua artikel dalam blog ini bebas Anda gunakan untuk apa pun tujuan Anda, termasuk komersil, tanpa perlu memberikan atribusi.

Avatar photo

Dicky Saputra

16+ tahun berkecimpung di bidang supply chain management. Saya membantu perusahaan meningkatkan kinerja supply chain secara keseluruhan.

View all posts by Dicky Saputra →