November 29, 2022

Kenapa Sangat Penting untuk Punya Target Supply Chain KPI yang Realistis dan Menantang

Postingan kali ini kita akan membahas tentang target untuk supply chain KPI. Setiap KPI tentu perlu sebuah target untuk dicapai. Kalau ngga, untuk apa punya KPI? Karena KPI tanpa target berarti Anda jadi ngga bisa mengukur apakah performa Anda sudah baik atau belum. Anda juga ngga akan tahu apakah sudah ada peningkatan kinerja dibandingkankan dengan periode sebelumnya atau ngga. Yang untuk mengetahui semua itu, Anda perlu untuk punya target dalam setiap supply chain KPI yang anda monitor.

Tapi, berhati-hatilah dalam menentukan target Anda. Anda harus menentukannya dengan cermat. Ngga bisa sembarangan.

Kenapa?

Sebelum kita bahas lebih jauh, pastikan Anda juga sudah bergabung dengan scmguide telegram channel untuk terus mendapatkan update terbaru dari blog ini dan lebih banyak insight seputar supply chain management lainnya.

Kenapa Anda harus cermat dalam menentukan target supply chain KPI

Setidaknya ada dua hal yang mungkin terjadi kalau Anda sembarangan dalam menentukan target KPI anda.

Target yang ngga realistis

Kondisi pertama, kalau Anda menentukan target yang ngga realistis, target yang terlalu tinggi dan ngga mungkin Anda capai, akibat yang paling mungkin terjadi adalah Anda membuat diri Anda dan tim Anda demotivasi. Hopeless.

Anda membebani tim Anda dengan beban yang ngga bisa mereka pikul. Mereka akan menyerah. Motivasi mereka turun. Dan ujungnya, malah akan membuat kinerja tim Anda juga turun.

sales plan target

Kenapa?

Karena mereka sudah kehabisan akal untuk bisa mencapai target tersebut. Mereka akan merasa semua yang mereka lakukan sia-sia. Ngga sedikit pun bisa mendekati target yang sudah ditentukan. Akhirnya, mereka ngga melakukan apa-apa.

Target yang ngga cukup menantang

Kondisi kedua, Anda menentukan target yang ngga cukup menantang. Target semacam ini adalah target yang bisa Anda capai dengan sangat mudah, bahkan tanpa perlu melakukan apa pun. Cukup membiarkan saja semua berjalan seperti sekarang ini dan target pun tercapai. Anda ngga perlu melakukan apa pun, apalagi usaha ekstra, untuk mencapai target tersebut.

Target semacam ini memberikan efek yang sama dengan target seperti pada kondisi pertama, yaitu ngga akan membawa Anda kemana pun. Bisnis Anda akan berjalan di tempat. Tetap pada kondisi saat ini dan ngga kemana-mana. Ini disebabkan tim Anda ngga punya sesuatu untuk dicapai. Mereka ngga dipacu untuk melakukan usaha ekstra sedikit demi sedikit. Mereka akan cenderung berpikir, untuk apa bekerja lebih? Toh, semua sudah mencapai target.

Mereka akan berpuas diri, merasa sudah melakukan pekerjaan mereka dengan baik karena sudah mencapai target, tapi di luar sana, kompetitor Anda terus bergerak maju dan Anda pun akan semakin ketinggalan. Semakin jauh juga lah kesempatan Anda untuk bisa memenangkan persaingan.

Anda juga pasti suka:

Kenapa Anda butuh target supply chain KPI yang realistis dan menantang

Mungkin saat ini Anda memang belum membutuhkan performance setinggi itu. Betul.

Tapi, Anda tentu ingin bisnis Anda berkembang kan? Dan suatu saat bisnis Anda benar-benar berkembang, dan cara kerja Anda masih seperti yang sekarang ini, terutama dengan target yang sangat rendah, maka Anda ngga akan siap dengan peningkatan bisnis tersebut.

Anda akan kaget dan ngga akan siap dengan perubahan yang terjadi di mana itu menuntut Anda untuk berbuat lebih. Kesempatan yang ada di depan mata pun bisa terlepas begitu saja kalau Anda ngga siap.

Kita ambil contoh sederhana.

Misalnya, Anda sudah bisa mencapai On Time Delivery 100% dengan terbiasa memiliki tingkat inventory yang tinggi. Anda ngga terbiasa untuk membuat supply dan demand Anda balance dan menyimpan begitu banyak inventory yang ngga dibutuhkan.

Pada saat terjadi kenaikan volume penjualan, dan Anda tetap melakukan hal yang sama, yaitu menyimpan inventory yang sangat banyak, maka Anda akan mendapatkan kapasitas gudang penyimpanan Anda kurang.

Keputusan yang mungkin akan Anda ambil pada saat itu adalah Anda menambah kapasitas gudang penyimpanan tersebut, yang jelas-jelas itu akan butuh biaya, entah untuk menyewa, membangun, juga untuk biaya operasionalnya.

Padahal, ada cara lain yang bisa Anda lakukan, yaitu menurunkan tingkat inventory Anda ke tingkat yang ideal. Dan ini sebenarnya adalah cara yang paling gampang dan paling mudah paling murah untuk dilakukan. Anda ngga butuh biaya sedikit pun untuk menjalankan solusi ini.

Tapi, karena anda Anda ngga terbiasa untuk punya tingkat inventory yang ideal, sesuai dengan yang anda butuhkan, maka saat Anda dituntut untuk punya tingkat inventory yang ideal, Anda ngga akan siap. Akhirnya, Anda akan terjebak untuk mengambil keputusan yang salah yang malah merugikan perusahaan lebih banyak.

Dalam kasus di atas, Anda bisa saja punya kapasitas gudang penyimpanan yang luas, tapi itu bukan berarti Anda bisa menyimpan sebanyak mungkin inventory di dalamnya. Itu bukan berarti Anda bisa santai untuk menyimpan begitu banyak inventory yang ngga Anda butuhkan. Anda tetap harus beroperasi secara efektif dan efisien untuk mengantisipasi tuntutan di masa mendatang. Karena tentu Anda ingin bisnis Anda terus berkembang kan? Dan itu akan butuh operasi supply chain yang efektif dan efisien.

Anda juga pasti suka:

Kapan Anda harus beroperasi secara efektif dan efisien?

Tentu saja sekarang. Anda harus mulai dari sekarang. Anda ngga bisa menunggu sampai nanti saatnya dibutuhkan. Itu akan sudah terlambat.

Anda harus mulai menentukan target KPI yang realistis dan menantang, baik itu target secara angka ataupun target secara waktu.

Tentutan target KPI yang kalau anda ngga melakukan apapun, Anda ngga akan bisa mencapainya. Itu akan memaksa Anda dan tim untuk terus berkembang dan melakukan sesuatu dengan lebih baik dan lebih baik lagi.

Untuk menentukan target KPI Anda di periode berikutnya, cek pencapaian Anda saat ini. Di mana posisi Anda sekarang ini? Cari ruang untuk melakukan improvement.

Cek apa isu di operasi supply chain Anda saat ini, apa root cause-nya? Dan apa countermeasure yang bisa Anda lakukan untuk itu? Kemudian, buat action plan Anda, apa yang perlu dan ingin anda lakukan. Kalkulasi juga apa expected result dari action plan Anda. Itulah yang akan menjadi target Anda di periode berikutnya.

Kesimpulan

Target supply chain KPI itu penting. Dan Anda ngga bisa sembarangan untuk menentukannya.

Ekstrem di satu sisi, baik itu terlalu mudah atau terlalu sulit, akan berdampak negatif untuk anda dan ngga akan membawa Anda kemana-mana. Anda akan demotivasi dan hanya jalan di tempat.

Tentukan target yang realistis dan cukup menantang sebagai KPI Anda berdasarkan kondisi kinerja Anda saat ini. Buat target tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga secara otomatis akan memaksa Anda untuk terus berbuat lebih baik dan meningkat.

Untuk bisa memenangkan persaingan, plus untuk mempersiapkan diri Anda dan tim untuk peningkatan tuntutan di masa depan, biasakan diri Anda dan tim untuk tetap berada dalam situasi yang menantang, yang membuat Anda terus berkembang

Semoga bermanfaat!

Kalau Anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan kerja Anda yang lain. Gabung juga dengan scmguide telegram channel untuk tetap mendapatkan update terbaru dari blog ini juga lebih banyak insight seputar supply chain management lainnya. Semua artikel dalam blog ini bebas Anda gunakan, termasuk untuk kepentingan komersil, tanpa perlu memberikan atribusi.

Avatar photo

Dicky Saputra

16+ tahun berkecimpung di bidang supply chain management. Saya membantu perusahaan meningkatkan kinerja supply chain secara keseluruhan.

View all posts by Dicky Saputra →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: