Desember 9, 2021

Apa Perbedaan Supply Chain dan Logistik

Apa perbedaan supply chain dan logistik? Itu pertanyaan yang sering diajukan. Dan memang menjelaskan apa itu supply chain ke orang lain bisa menjadi tantangan tersendiri. Biar gampang, ya sudah, bilang saja mirip dengan logistik. Tapi apa betul begitu?

Ayo kita lihat.

Supply chain global sangat penting untuk perdagangan di seluruh dunia, dan logistik yang terlibat dalam pengiriman, penerimaan, pemindahan, dan penyimpanan barang merupakan pusat keberhasilan supply chain tersebut. Ngga heran kalau istilah “supply chain” dan “logistik” seringkali digabungkan dan dikacaukan antara istilah yang satu dengan yang lainnya.

Betul, ada beberapa individu dan organisasi yang menggunakan kedua kata tersebut secara bergantian. Tapi, sebenarnya ada banyak perbedaan penting antara fungsi, kemampuan, input, juga output antara supply chain dan logistik.

Perbedaan paling gampang adalah kalau supply chain itu bertanggung jawab atas keseluruhan sourcing, pemrosesan, dan pengiriman barang ke customer akhir. Sedangkan logistik, secara khusus berfokus pada pemindahan dan penyimpanan barang antara organisasi supply chain yang berbeda.

Kita akan menguraikan semuanya dan menjelaskan perbedaan utama antara logistik dan supply chain.

Tapi sebelum itu, saya mau mengajak Anda untuk bergabung juga dengan channel telegram scmguide karena ada banyak lagi artikel, tips, dan wawasan seputar supply chain management yang dibahas di situ. Jadi, pastikan Anda juga bergabung ya.

Logistik adalah sub-bagian dari supply chain

The Council of Supply Chain Management Professionals menyatakan kalau logistik adalah, “bagian dari proses supply chain yang merencanakan, menerapkan, dan mengendalikan aliran maju dan mundur yang efisien, efektif, dan penyimpanan barang, jasa, dan informasi terkait antara titik asal dan titik  konsumsi untuk memenuhi kebutuhan customer.”

Ayo kita breakdown lebih detil lagi supaya lebih jelas.

Logistik adalah bagian dari proses end-to-end supply chain

Perbedaan yang paling penting adalah kalau logistik merupakan bagian yang berbeda dari supply chain dan punya peran sangat penting untuk mendapatkan kinerja supply chain yang baik.

apa perbedaan supply chain dan logistik

Supply chain mungkin punya berbagai jenis logistik dan perusahaan logistik di dalamnya, semuanya ditujukan untuk membantu supply chain berjalan dengan lancar. Tapi, setiap operasi logistik cuma bertanggung jawab atas bagian supply chain yang unik dan mandiri, bukan secara keseluruhan.

Rencana logistik, implementasi, dan kontrol

Karena penyedia logistik bertanggung jawab atas bagian supply chain mereka, mereka akan:

  • Merencanakan bagaimana memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, menyimpan barang-barang tersebut, dan menghasilkan informasi dan dokumen yang tepat untuk pelaporan dan pemrosesan yang efisien.
  • Melaksanakan pergerakan dan penyimpanan barang dengan menggunakan berbagai jenis transportasi dan mengatur penyimpanan baik jangka pendek atau pun jangka panjang.
  • Kontrol bagaimana barang bergerak, melalui manajemen armada (fleet management), pelacakan pengiriman, teknologi, berbagi informasi, dan bekerja dengan organisasi mitra dalam supply chain.
  • Meningkatkan nilai untuk mitra supply chain.

Anda juga pasti suka:

Logistik memindahkan barang dari lokasi ke lokasi

Manajemen logistik yang baik adalah tentang transportasi dan penyimpanan yang efisien.

Penyedia jasa logistik menggunakan berbagai aset darat, udara, dan laut untuk memindahkan barang dengan cepat dan efisien.

Mereka memanfaatkan peti kemas untuk memindahkan barang antar jenis transportasi, yang dikenal sebagai transportasi “intermodal”.

Logistik menyimpan barang sampai dibutuhkan di tempat lain

Sesudah barang sampai di tujuan, penyedia jasa logistik akan menyimpannya di gudang atau fasilitas lainnya. Mereka akan menyimpan barang tersebut sampai dibutuhkan lagi dalam supply chain, baik itu oleh organisasi supply chain lain atau untuk pengiriman ke customer akhir.

Logistik mendistribusikan produk ke customer akhir

Beberapa bisnis logistik berspesialisasi dalam distribusi, yaitu pengiriman barang ke customer akhir, yang biasanya kita kenal sebagai last mile delivery.

Jenis organisasi logistik

Pada dasarnya, kalau barang diangkut atau disimpan, itu adalah sebuah proses logistik.

Ada banyak jenis bisnis logistik, antara lain:

  • Logistik in-house: Beberapa grosir, pengecer, dan organisasi besar lainnya mungkin punya fungsi logistik in-house mereka sendiri
  • Logistics Service Providers (LSPs): Perusahaan yang menyediakan manajemen atas arus barang dan bahan antara titik asal ke tujuan penggunaan akhir. Penyedia akan sering menangani pengiriman, inventory, pergudangan, pengemasan, dan fungsi keamanan dalam pengiriman.
  • Third Party Logistics (3PL) atau Logistik pihak ketiga: Ini adalah spesialis penyedia logistik yang menawarkan serangkaian layanan kepada berbagai klien, misalnya pengiriman melalui udara, kereta api atau jalan raya, atau fasilitas transportasi dan penyimpanan khusus, seperti cold storage.
  • Reverse logistics: Organisasi-organisasi ini mengkhususkan diri dalam mengembalikan produk dari customer ke produsen, misalnya kalau produk tersebut rusak atau customer ngga menginginkan barang tersebut.
  • Penyedia gudang atau warehouse providers: Beberapa bisnis logistik cuma bergerak dalam penyimpanan barang dan ngga terlibat dalam transportasi.
  • Pengiriman kurir: Penyedia logistik ini mengirimkan produk ke customer akhir dan berspesialisasi dalam pengiriman jarak jauh.

Singkatnya, logistik adalah bagian yang terbatas dan berbeda dari jaringan supply chain kolaboratif yang lebih besar.

Supply chain adalah kerangka keseluruhan untuk sourcing, manufaktur, dan pengiriman produk

Sekarang sesudah kita paham apa itu logistik, ada baiknya kita memperluas cakupan kita dan melihat apa sih yang sebenarnya diwakili oleh keseluruhan supply chain?

apa perbedaan supply chain dan logistik

Supply chain mewakili koneksi dan kolaborasi antara supplier, produsen, bisnis logistik, grosir, pengecer, dan customer akhir.

Proses supply chain dimulai ketika sebuah organisasi mendapatkan pesanan untuk sebuah produk atau layanan, dan selesai ketika produk atau layanan tersebut berhasil dikirimkan ke customer akhir.

Supply chain management adalah fungsi yang mengawasi dan mengarahkan pembuatan, transportasi, dan pengiriman barang dan jasa antara titik asal dan tujuan akhir mereka.

Supply chain management bekerja di berbagai organisasi

Supply chain secara keseluruhan menyatukan banyak mitra untuk mencari (source), memproduksi, mengangkut, menyimpan, memasok, dan menjual barang:

  • Supplier: Menghasilkan bahan mentah atau suku cadang yang bisa diproduksi menjadi produk akhir.
  • Manufaktur: Membuat suku cadang atau produk dari bahan mentah dan input lainnya.
  • Logistik: Mengangkut dan menyimpan barang saat mereka bergerak melalui supply chain.
  • Pedagang grosir (wholesalers): Membeli barang untuk distribusi selanjutnya ke toko atau outlet penjualan lainnya.
  • Pengecer (retailers): Menjual produk jadi ke customer akhir.

Anda juga pasti suka:

Supply chain management juga bisa bertanggung jawab untuk area lain

Supply chain management sering mengontrol aspek lain dari pesanan, inventory, dan proses supply chain.

  • Memupuk kolaborasi dan kemitraan: Menyediakan koneksi dan cara yang lebih baik bagi berbagai organisasi supply chain untuk bekerja sama.
  • Manajemen persediaan (inventory management): Mengidentifikasi kapan stok produk tertentu mengalami kekurangan dan mengatur procurement barang baru.
  • Manajemen pesanan (order management): Membuat pesanan dengan supplier, produsen, dan organisasi lain dalam supply chain.
  • Pelacakan pesanan, aset, dan pengiriman: Mengikuti aliran pesanan, barang, dan aset lainnya melalui supply chain global.
  • Visibilitas: Pelaporan arus barang melalui supply chain.
  • Pemecahan masalah: Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah terkait dengan kecepatan, biaya, kualitas, atau aspek lain dari barang yang bergerak melalui supply chain.

Pada akhirnya, supply chain yang kuat memberikan keunggulan kompetitif bagi setiap organisasi yang terlibat.

Sementara keseluruhan supply chain bertanggung jawab atas kesuksesan dan pendapatan pasar, logistik memainkan peran penting dan sentral dalam memastikan bahan mentah, suku cadang, dan produk jadi mengalir dengan lancar melalui supply chain global.

***

Bagaimana? Sekarang Anda sudah mengerti kan perbedaan supply chain dan logistik?

Singkatnya, logistik adalah salah satu bagian dari supply chain yang berperan penting untuk membuat supply chain suatu organisasi bekerja dengan baik.

Semoga bermanfaat!

”Kalau anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan-rekan anda lainnya dan gabung dengan scmguide telegram channel untuk mendapatkan artikel bermanfaat lainnya dari blog ini.”

Dicky Saputra

Supply chain practitioner with 16 years of working experience. I help companies improve their end to end supply chain performance. You can contact me on: Email: dicky.scmguide@gmail.com Linkedin: https://www.linkedin.com/in/dickysaputra

View all posts by Dicky Saputra →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: