Desember 9, 2021

Kupas Tuntas Apa itu Pengertian Material Handling dan Bagaimana Cara Menjadikannya Efektif

Apa itu material handling? Bagaimana cara membuat material handling yang efektif?

Material handling sangat penting dalam setiap proyek logistik dan manufaktur. Hampir semua produk fisik diangkut menggunakan tugger trains dan carts.

Karena itu, penting untuk tahu panduan tentang dasar-dasar material handling yang sukses. Dan itulah yang akan kita bahas kali ini.

Tapi, sebelum itu, saya mau ajak Anda juga untuk bergabung dengan scmguide telegram channel karena bakal banyak lagi bahasan tentang material handling di channel tersebut. Jadi, pastikan Anda juga bergabung ya.

Apa itu material handling?

Pada dasarnya, material handling adalah proses perpindahan material jarak pendek dalam ruang lingkup sebuah bangunan, atau antara kendaraan pengangkut dan bangunan.

Proses ini menggunakan berbagai jenis peralatan, baik yang manual, semi-otomatis, sampai otomatis.

Proses material handling juga mencakup pergerakan, proteksi, penyimpanan, dan pengendalian material.

Proses handling itu sendiri terjadi di lantai pabrik manufaktur, pergudangan, distribusi, bahkan di pembuangan material.

Itulah kenapa material handling menjadi proses penting dalam setiap fasilitas.

Semakin pentingnya sistem material handling

Sebuah bisnis bisa memanfaatkan tempat dan waktu yang mereka punya lewat bantuan material handling. Proses ini terutama sangat membantu untuk toko ritel, gudang, dan pabrik.

Dalam pekerjaan yang dilakukan pekerja produksi, peralatan untuk memindahkan material punya peran penting.

Operator mesin menggunakan peralatan tersebut untuk mengangkut barang dengan mudah dari dan ke area kerja mereka, misalnya untuk memindahkan barang-barang konstruksi di lokasi pembangunan.

Terkait dengan desain, sebuah sistem material handling punya struktur integral untuk mengelola aliran material secara efisien di antara aktivitas sistem produksi.

Kalau ada dua aktivitas kerja yang berdekatan satu sama lain, material bisa diangkut dengan mudah. Tapi, kalau berjauhan, Anda akan butuh truk pengangkut untuk memindahkan material tersebut. Pastinya biayanya akan lebih tinggi.

Kenapa?

Penggunaan truk industri menjadi “mahal” karena adanya biaya tenaga kerja operator yang ditambahkan dengan efek negatif terhadap kinerja sistem produksi, ketika beberapa unit material harus digabungkan dalam satu batch transfer cuma untuk mengurangi jumlah pergerakan truk yang diperlukan.

Kupas Tuntas Apa itu Pengertian Material Handling dan Bagaimana Cara Menjadikannya Efektif

Satu hal penting yang harus Anda ingat, memastikan keselamatan kerja di mana ada perpindahan material adalah sebuah keharusan. Dan ini terus berkembang di sebagian besar industri.

Ini menjadi suatu keharusan karena begitu mudahnya terjadi kecelakaan kerja dalam fasilitas di mana ada pergerakan material. Proses material handling yang efisien bisa mengurangi risiko kecelakaan ini.

Kalau kita mau sederhanakan, material handling itu penting karena berfungsi:

  • Untuk mengangkut material dengan nyaman dan aman melintasi lantai fasilitas.
  • Membantu merampingkan kegiatan kerja dan mengatur ruang pabrik.
  • Mengurangi kecelakaan kerja di mana ada material atau beban berat diangkut.

Konsep unit load dan in-process handling

Yang dimaksud dengan unit load (beban unit) adalah satu unit item, atau bisa juga beberapa unit item yang digabung menjadi satu kesatuan unit.

Material berbentuk cair, gas, atau butiran bisa Anda pindahkan dalam jumlah besar, tapi material tersebut juga bisa Anda gabungkan menjadi beberapa unit load (beban unit) dalam bentuk silinder, kantong, atau drum. Keuntungan utamanya adalah Anda bisa menangani lebih banyak item bersamaan.

Cara ini akan mengurangi jumlah pergerakan material yang diperlukan. Jadi, memungkinkan adanya pengurangan biaya handling, meminimalkan risiko kerusakan produk, dan mengurangi waktu bongkar/muat.

Terkait dengan in-process handling, unit load (beban unit) akan diterima, disimpan, dan dikirim untuk didistribusikan.

Prosesnya sendiri mencakup penentuan berat, konfigurasi, ukuran, dan jenis beban.

Metode dan mesin yang digunakan dalam menangani beban juga terlibat dalam desain beban unit.

Selain itu, ini juga mencakup bagaimana beban terbentuk dan dipecah selama in-process handling.

Yang penting untuk Anda ingat, unit load (beban unit) itu ngga boleh lebih besar dari ukuran batch produksi yang di proses.

Untuk bagian distribusi, penting untuk memilih unit load yang tepat sebelum barang diangkut.

Ini bisa jadi tantangan tersendiri karena palet atau kontainer cuma tersedia dalam konfigurasi dan ukuran yang mengikuti standar tertentu.

Kereta api, ruang kargo pesawat, dan truk trailer, dibatasi oleh tinggi, panjang, dan lebarnya.

Begitu juga ukuran palet atau kontainer yang layak digunakan, dibatasi oleh ukuran rak penyimpanan dan konfigurasi gudang, sama halnya dengan rak toko ritel dan ukuran karton customer.

Anda juga pasti suka:

Jenis material handling yang perlu Anda pertimbangkan

Ada dua jenis utama material handling yang perlu Anda dan operator Anda tahu.

Handling manual

Yang termasuk handling ini adalah pada saat pekerja menggunakan tangan mereka dalam proses pemindahan setiap kontainer.

Mereka mengangkat, menurunkan, mengisi, mengosongkan, atau membawa kontainer saat proses pengangkutan.

Kupas Tuntas Apa itu Pengertian Material Handling dan Bagaimana Cara Menjadikannya Efektif

Proses ini bisa saja berbahaya bagi pekerja karena mereka harus melakukan aktivitas fisik di mana mereka bisa terluka.

Dalam kebanyakan kasus, mereka mungkin akan menderita keseleo, ketegangan di punggung bawah, tungkai atas, dan bahu.

Untungnya, desain yang ergonomis terus berkembang untuk mengurangi risiko handling semacam itu.

Jadi, manual material handling carts mengacu pada solusi handling yang dioperasikan dan dipindahkan secara manual.

Carts ini biasanya dilengkapi roda dan handlebars (setang) untuk menggerakkan dan menyetir carts tersebut. Ini adalah peralatan material handling yang paling umum digunakan dan bisa Anda temukan di banyak industri.

Handling otomatis

Handling otomatis digunakan untuk mengurangi, atau bahkan mengganti, material handling manual jika memang memungkinkan secara teknis dan ekonomis.

Faktanya, banyak peralatan material handling saat ini adalah semi-otomatis karena kebutuhan akan adanya operator manusia untuk mengemudi, membongkar, atau memuat kontainer yang prosesnya menantang dan mahal untuk diotomatisasi.

Dengan adanya peningkatan berkelanjutan dalam pemrograman mesin, sensor, dan robotika, ada tren untuk mengotomatiskan material handling sepenuhnya.

Bagaimana memulai, melakukan, dan menerapkan proses material handling yang efektif

Proses material handling itu kompleks. Karena itu, untuk bisa memindahkan kontainer dan muatan dengan efektif, penting untuk Anda memahami bagaimana cara memulai, menjalankan, dan mengimplementasikan proses material handling yang efektif.

Peralatan otomatis mungkin dianggap investasi mahal dan berisiko. Tapi, itu adalah cara terbaik untuk menghemat proyek material handling sambil mendapatkan peralatan yang Anda butuhkan.

Saat Anda perlu melakukan assessment peralatan material handling, evaluasi fisik itu penting.

Itu akan membantu Anda menilai peralatan tersebut dan menentukan bagaimana cara terbaik untuk memanfaatkannya.

Mulailah dari awal. Pertimbangkan spesifikasi, gambar, program, catatan service, dan daftar spare parts untuk memastikan kalau peralatan tersebut bisa memenuhi kebutuhan Anda.

Bahan baku punya peran penting dalam industri manufaktur dan jasa.

Dalam bisnis apa pun, material handling bisa dilakukan dengan beberapa cara, tergantung kebutuhan spesifik perusahaan.

Kupas Tuntas Apa itu Pengertian Material Handling dan Bagaimana Cara Menjadikannya Efektif

Terlepas apakah Anda memilih proses otomatis atau manual, menemukan alat dan perlengkapan terbaik adalah hal yang penting.

Anda bisa menggunakan beberapa tips di bawah ini untuk bisa menggunakan peralatan material handling Anda secara efektif:

  • Tentukan jarak paling tepat yang harus ditempuh.
  • Fasilitasi pengurangan kerusakan material untuk meningkatkan kualitas.
  • Kurangi total waktu produksi melalui pergerakan material yang didesain dengan baik.
  • Tingkatkan kontrol aliran material.
  • Ciptakan dan dorong kondisi kerja bebas bahaya dan lebih aman.
  • Tingkatkan efisiensi sekaligus produktivitas.
  • Tingkatkan pemanfaatan waktu dan penggunaan peralatan.

Penting untuk setiap perusahaan menentukan esensi dari sistem material handling mereka.

Penting untuk memahami kebutuhan mempromosikan proses pengembangan pekerjaan dan keselamatan.

Misal, material handling manual bertanggung jawab meningkatkan risiko bahaya kesehatan pekerja. Mereka paling rentan untuk menderita nyeri punggung bawah dan cedera fisik lainnya.

Dengan situasi sekarang yang semakin global dan kompetitif, mengurangi waktu dan mengendalikan biaya dalam manajemen material handling juga semakin penting.

Proses material handling yang efektif akan mempromosikan hal-hal ini:

  • Desain yang tepat untuk tata letak fasilitas secara keseluruhan.
  • Metode pengembangan yang mempromosikan proses kerja yang disederhanakan dan ditingkatkan.
  • Produktivitas keseluruhan ditingkatkan.
  • Manajemen material handling yang efektif untuk mengurangi biaya produksi.

Dan tentu saja, penting untuk memahami prinsip-prinsip yang terlibat dalam proses material handling, seperti:

  • Orientasi – prinsip ini mempromosikan penilaian dari setiap hubungan sistem yang ada, sebelum melakukan perencanaan awal. Ini bisa termasuk evaluasi masalah dan metode yang ada.
  • Perencanaan – ketika Anda sampai pada perencanaan, Anda melibatkan kebutuhan dasar Anda, perencanaan kontijensi, dan alternatif lain yang Anda inginkan.
  • Sistem – prinsip ini harus mengintegrasikan aktivitas penyimpanan dan handling yang terintegrasi dengan biaya yang efisien ke dalam sistem.
  • Unit load – ini adalah handling produk melalui unit loads sebesar mungkin.
  • Pemanfaatan ruang – mendorong pemanfaatan ruang yang ada secara efisien adalah prinsip lain yang sangat baik dalam material handling.
  • Standarisasi – prinsip ini mendorong standarisasi metode handling untuk kinerja peralatan yang lebih baik.
  • Ergonomis – ini mengakui keterbatasan dan kemampuan manusia melalui desain.
  • Energi – prinsip ini memperhitungkan konsumsi energi selama proses handling.
  • Ekologi – harus punya dampak minimal pada ekologi.
  • Mekanisasi – ini utnuk mendorong efisiensi dalam material handling.
  • Fleksibilitas – peralatan dan metode material handling harus praktis dalam kondisi apa pun.
  • Penyederhanaan – proses yang disederhanakan itu selalu lebih baik daripada metode yang rumit karena akang menghilangkan gerakan yang ngga perlu.
  • Keusangan – prinsip ini mendorong kebijakan persiapan peralatan untuk secara ekonomis memanfaatkan peralatan material handling.

Anda juga pasti suka:

Cara menggunakan tugger train dan carts dalam material handling

Kebutuhan industri di seluruh dunia berubah. Bisnis, juga perlu mengikuti perubahan untuk bisa bertahan dalam persaingan dan mampu memenuhi permintaan konsumen.

Terkait dengan material handling, perubahan konstan juga terjadi. Sama seperti industri lain. Jadi, banyak perbaikan dilakukan terkait dengan proses material handling ini.

forklift

Saat ini, penggunaan peralatan material handling seperti tugger train, tugger carts, mother/daughter carts, pallet carts, shelf carts, rotating carts, tilt carts, flow racks, kit carts, dan transport racks adalah tren terbaru.

Saat ini, proses intralogistik seperti distribusi supply material dari gudang ke jalur produksi menjadi tantangan besar bagi banyak pabrik di seluruh dunia.

Forklift kelihatannya ngga cukup untuk menangani kebutuhan transportasi material ini, sehingga sekarang ini sudah menjadi “sejarah” dalam industri logistik.

Carts, saat ini menjadi bintangnya material handling di Eropa, Asia, Amerika Serikat, dan Skandinavia.

Flexible carts ini ngga di las supaya bisa beradaptasi dengan berbagai skenario dan kebutuhan operator, juga pekerja.

Untuk banyak bisnis saat ini, material carts lebih sederhana dan efisien untuk digunakan.

Berikut ini adalah beberapa proyek intralogistik paling umum yang mendorong perubahan industri material handling:

  • Pembangunan pabrik baru.
  • Peluncuran produk baru.
  • Peningkatan work stations.
  • Penerapan kitting parts.
  • Pengurangan lalu lintas forklift.

Nah, bagaimana cara tugger train in bekerja?

Pertanyaan itu bisa dijawab lewat kebutuhan produk berikut:

  • Kapasitas berat – ini adalah berat total unit load, atau bahan yang dimuat ke train atau carts.
  • Payload – berat carts dan beban di train.
  • Cart footprint – ukuran cart yang terhubung ke train.
  • Tracking path – perbedaan jalur untuk cart terakhir yang termasuk dalam train.
  • Radius belok – radius jalur train saat berbelok 180 derajat.
  • Tingkat kebisingan – suara yang dihasilkan train saat beroperasi di pabrik.
  • Start force – gaya yang diperlukan untuk memulai gerakan carts.
  • Push force – gaya yang diperlukan untuk mempertahankan kecepatan perjalanan.
  • Connect time – waktu yang dibutuhkan untuk menghubungkan carts ke rangkaian train.
  • Release time – waktu yang diperlukan untuk melepaskan cart dari set train.
  • Train setup – jumlah carts yang dibutuhkan untuk terhubung ke train.
  • Speed limit – kecepatan train dan tow tractor.

Untuk membantu Anda lebih memahami cara kerja setiap train dan cara memanfaatkannya, ini ada beberapa tips untuk Anda.

  • Tugger train punya beberapa ukuran carts dalam satu set train dengan lorong satu arah dan sempit. Alat ini paling baik Anda gunakan untuk mengurangi lalu lintas forklift, meningkatkan fleksibilitas, dan menghemat ruang.
  • AGV adalah carts yang terintegrasi dengan AGV di mana setiap bagiannya adalah untuk satu produk tertentu yang diangkut oleh carts. Ini efektif digunakan untuk mengurangi jam kerja, mengurangi lalu lintas forklift, dan menghemat ruang di sisi jalur.
  • Mother/daughter carts dirancang untuk mengangkut empat carts bersamaan sambil menempatkan daughter carts di dekat assembler. Ini adalah pilihan paling ideal untuk mengurangi aktivitas jalan kaki untuk assembler, menghemat ruang di sisi jalur, dan mengurangi jumlah perjalanan transportasi.

Manfaat sistem material handling

Perkembangan terbaru sistem material handling mendukung kebutuhan berbagai perusahaan yang membutuhkan peralatan handling.

Karena proses material handling itu kompleks, punya sistem material handling yang layak itu jadi benar-benar menguntungkan. Yang menyesuaikan kebutuhan unik operator dan perusahaan industri.

Berikut ini adalah manfaat penggunaan carts dan train material dalam mengangkut kontainer atau unit loads dari gudang ke lokasi manufaktur:

  • Hemat.
  • Meningkatkan keamanan.
  • Mengurangi downtime.
  • Meningkatkan ergonomi.
  • Meningkatkan efisiensi.
  • Mengurangi lalu lintas forklift.
  • Meningkatkan kapasitas.
  • Menghemat ruang.
  • Meningkatkan fleksibilitas.
  • Meningkatkan lingkungan kerja.

Terlepas apakah Anda assembler, insinyur produksi, operator logistik, insinyur logistik, insinyur maintenance, insinyur safety, atau kepala manajemen, material handling carts dan train, adalah pilihan terbaik saat ini.

Peralatan handling yang inovatif bisa meningkatkan efisiensi kerja Anda sekaligus mengurangi limbah yang dihasilkan akibat kerusakan atau penggunaan yang ceroboh.

Perpindahan ke industri 4.0 dan ruang kerja atau manufaktur yang lebih cerdas juga bergantung pada material handling yang tepat.

Sekali lagi, pemanfaatan sistem semi-otomatis, atau sepenuhnya otomatis, adalah cara yang baik Anda lakukan.

Manfaat dari solusi material handling termasuk mengurangi downtime, mempercepat pengiriman, dan produksi yang tepat waktu.

Ketika material Anda ditangani dengan benar, jumlah bahan yang hilang atau rusak juga berkurang.

Selain itu, cara material handling yang metodis dan efisien akan mendorong lingkungan kerja yang lebih bersih.

Beberapa orang mungkin percaya kalau peralatan otomatis itu adalah investasi yang berisiko. Tapi, dengan manajemen yang tepat, peralatan tersebut akan lebih bermanfaat daripada peralatan dan mesin lain yang digunakan industri saat ini.

“Bagikan artikel ini pada tim atau rekan Anda supaya mereka juga bisa mendapatkan manfaatnya. Dan untuk mendapatkan artikel-artikel penting seputar material handling lainnya, pastikan Anda juga bergabung dengan scmguide telegram channel karena bakal banyak lagi yang akan saya bagikan di channel tersebut. Semoga bermanfaat!”

Dicky Saputra

Supply chain practitioner with 16 years of working experience. I help companies improve their end to end supply chain performance. You can contact me on: Email: dicky.scmguide@gmail.com Linkedin: https://www.linkedin.com/in/dickysaputra

View all posts by Dicky Saputra →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: