April 4, 2025

Bagaimana Menghindari Kerugian Biaya Pengiriman Ketika PO Customer Berjumlah Sedikit

Frustrasi Menghadapi PO Kecil

Anda menjalankan bisnis, dan setiap pesanan tentu berarti pendapatan. Tapi kemudian, datanglah purchase order (PO) dari customer—dan jumlahnya sangat kecil. Awalnya, Anda senang karena ada pesanan masuk. Tapi, sesudah menghitung biaya pengirimannya, kegembiraan itu berubah menjadi kekhawatiran. Kalau Anda mengirim pesanan ini begitu saja, biaya pengiriman bisa lebih besar dari margin keuntungan Anda.

Anda tahu betul kalau terus-menerus menanggung biaya ini bukanlah strategi bisnis yang berkelanjutan. Tapi, meminta customer untuk selalu memesan dalam jumlah besar bukanlah solusi yang realistis. Beberapa customer mungkin memang cuma membutuhkan barang dalam jumlah kecil, sementara yang lain punya keterbatasan cash flow yang membuat mereka tidak bisa membeli dalam jumlah besar sekaligus. Jadi, apa yang bisa dilakukan?

Masalah ini adalah tantangan umum dalam logistik dan manajemen rantai pasok. Kabar baiknya, ada banyak strategi yang bisa diterapkan untuk mengatasi kendala ini. Anda membutuhkan kombinasi efisiensi operasional, perencanaan logistik yang cerdas, dan terkadang, edukasi kepada customer supaya mereka bisa memesan dengan cara yang lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak. Mari kita bahas strategi terbaik untuk mengatasi masalah ini.

Sebelum kita lanjutkan bahasan menarik ini, jangan lupa untuk follow juga akun LinkedIn saya. Anda akan mendapatkan lebih banyak insight bermanfaat tentang supply chain management di sana. Dapatkan juga ebook dari scmguide.com di sini untuk semakin menambah wawasan supply chain management Anda.

Kekuatan Konsolidasi Pesanan

Salah satu cara paling efektif untuk memangkas biaya pengiriman pada PO kecil adalah dengan melakukan konsolidasi pengiriman. Alih-alih mengirim pesanan satu per satu, Anda menggabungkan beberapa order menjadi satu pengiriman. Tapi bagaimana cara melakukannya dengan efektif?

Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah menetapkan jadwal pengiriman tetap. Daripada mengirim pesanan segera sesudah diterima, Anda bisa mengelompokkan pesanan berdasarkan rute atau wilayah pengiriman. Misalnya, Anda bisa menetapkan kalau pengiriman ke daerah tertentu cuma dilakukan pada hari Senin dan Kamis. Dengan begitu, pesanan kecil yang masuk bisa menunggu hingga hari pengiriman berikutnya dan digabung dengan pesanan lainnya.

Supaya strategi ini berhasil, komunikasi dengan customer menjadi kunci. Kalau mereka memahami kalau menunggu satu atau dua hari bisa mengurangi biaya pengiriman—yang mungkin juga berarti harga lebih murah untuk mereka—banyak yang akan lebih fleksibel. Anda bahkan bisa memberikan insentif, seperti gratis ongkir atau diskon untuk pesanan yang dikirim sesuai jadwal konsolidasi.

Cara lain untuk mengoptimalkan konsolidasi adalah dengan menggunakan sistem multi-drop. Kalau Anda sudah mengirimkan truk ke suatu area untuk satu customer, mengapa tidak memanfaatkan perjalanan yang sama untuk mengirim pesanan ke customer lain di sekitar wilayah tersebut? Dengan cara ini, Anda bisa memaksimalkan kapasitas kendaraan dan mengurangi biaya pengiriman per order.

Tapi, penerapan multi-drop ini membutuhkan koordinasi yang kuat. Anda memerlukan sistem yang bisa melacak pesanan dan memastikan kalau semua order yang dikirim bersamaan berada di jalur yang efisien. Ini mungkin berarti Anda perlu berinvestasi dalam perangkat lunak optimasi rute atau menyempurnakan alur kerja pemrosesan pesanan. Kalau Anda bekerja dengan jasa pengiriman pihak ketiga, mungkin Anda juga perlu menegosiasikan ulang kontrak supaya memungkinkan pengiriman yang lebih efisien.

Anda juga pasti suka:

Bernegosiasi dengan Customer untuk Meningkatkan Pola Pemesanan

Terkadang, masalah bukan cuma soal logistik, tapi juga ekspektasi dan kebiasaan customer dalam melakukan pemesanan. Banyak customer yang terbiasa memesan dalam jumlah kecil karena menganggap mereka bisa mendapatkan pengiriman cepat dengan biaya rendah. Padahal, pola pemesanan seperti ini sering kali menyebabkan inefisiensi bagi supplier.

Salah satu cara untuk mengatasi ini adalah dengan menerapkan minimum order quantity (MOQ). Kalau customer tahu kalau mereka harus memesan dalam jumlah tertentu untuk mendapatkan ongkos kirim standar atau gratis, mereka mungkin akan mengonsolidasikan pesanan mereka sendiri daripada sering memesan dalam jumlah kecil. Tapi, menetapkan MOQ harus dilakukan dengan hati-hati. Kalau batasnya terlalu tinggi, Anda bisa kehilangan customer yang memang tidak mampu membeli dalam jumlah besar. Jadi, tantangannya adalah menemukan titik keseimbangan yang tidak memberatkan customer tapi tetap menjaga efisiensi operasional.

Designed by Freepik

Alternatif lain adalah memberikan insentif berupa diskon atau benefit untuk pesanan dalam jumlah besar. Daripada memaksakan MOQ, Anda bisa menawarkan skema harga bertingkat—di mana pesanan dengan nilai tertentu mendapatkan diskon atau gratis ongkir. Ini akan mendorong customer untuk memesan lebih banyak dalam satu waktu, sehingga frekuensi PO kecil bisa berkurang.

Kalau customer Anda menerapkan sistem just-in-time dalam manajemen inventory mereka dan tidak bisa membeli dalam jumlah besar, Anda bisa menawarkan model pemesanan berlangganan atau replenishment terjadwal. Dengan cara ini, mereka tetap bisa menerima barang dalam frekuensi yang sering, tapi dengan cara yang lebih terstruktur dan terencana.

Mengoptimalkan Rute Pengiriman untuk Efisiensi Maksimal

Kalau Anda mengelola pengiriman sendiri, cara lain untuk mengurangi biaya adalah dengan mengoptimalkan rute pengiriman. Rute yang buruk menyebabkan pemborosan bahan bakar, penggunaan ruang kendaraan yang tidak efisien, dan peningkatan biaya operasional.

Investasi dalam perangkat lunak optimasi rute bisa sangat membantu. Sistem ini bisa menganalisis lokasi pengiriman, kondisi lalu lintas, dan kapasitas kendaraan untuk menentukan urutan pengiriman yang paling efisien. Alih-alih merencanakan rute secara manual, Anda bisa mendapatkan rekomendasi otomatis yang menghemat waktu dan biaya bahan bakar.

Strategi lain adalah menerapkan distribusi berbasis hub. Kalau Anda cuma mengandalkan satu gudang pusat untuk semua pengiriman, biaya per pengiriman bisa lebih tinggi—terutama untuk PO kecil yang dikirim ke lokasi yang jauh. Dengan menerapkan sistem hub, Anda bisa mengirim barang dalam jumlah besar ke gudang regional, lalu mendistribusikannya secara lokal dengan biaya yang lebih rendah.

Bagi bisnis yang menggunakan jasa ekspedisi pihak ketiga, ada baiknya mengeksplorasi opsi pengiriman yang berbeda. Beberapa ekspedisi menawarkan layanan pengiriman gabungan, di mana beberapa pengirim berbagi biaya transportasi. Ini bisa menjadi solusi yang lebih hemat untuk mengatasi tantangan PO kecil.

Anda juga pasti suka:

Menempatkan Inventory Lebih Dekat ke Customer

Masalah PO kecil sering kali bukan cuma soal bagaimana Anda mengirimnya, tapi juga dari mana Anda mengirimnya. Kalau semua pengiriman dilakukan dari satu gudang utama, biaya pengiriman bisa sangat tinggi—terutama untuk pesanan kecil yang harus dikirim ke lokasi yang jauh.

Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan sistem gudang terdesentralisasi. Dengan menempatkan stok lebih dekat ke customer utama, Anda bisa mengurangi jarak dan biaya pengiriman. Ini bisa dilakukan dengan membangun gudang tambahan atau bekerja sama dengan penyedia layanan logistik pihak ketiga yang punya fasilitas distribusi di lokasi strategis.

Kalau punya gudang tambahan tidak memungkinkan, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan toko ritel sebagai pusat pemenuhan pesanan. Bagi bisnis yang punya banyak cabang, pengiriman dari outlet terdekat bisa lebih hemat dibandingkan mengirim semuanya dari satu lokasi pusat.

Mengurangi Biaya Pengemasan dan Memanfaatkan Ruang Kendaraan Secara Efisien

Biaya pengiriman tidak cuma bergantung pada jarak, tapi juga pada ukuran dan berat paket. Kalau kemasan produk Anda tidak efisien, Anda bisa membayar lebih mahal untuk transportasi.

Mengoptimalkan desain kemasan bisa membantu memaksimalkan kapasitas kendaraan. Kalau produk Anda bisa dikemas lebih kompak atau modular, lebih banyak pesanan bisa masuk dalam satu kendaraan, yang berarti biaya per unit menjadi lebih rendah.

Selain itu, pastikan Anda menggunakan metode pengiriman yang sesuai dengan jenis barang dan urgensi pengiriman. Untuk pesanan kecil yang tidak mendesak, pengiriman ekonomis mungkin lebih menguntungkan dibandingkan layanan ekspres yang mahal.

Menjaga Keseimbangan antara Pelayanan dan Profitabilitas

Pada akhirnya, setiap bisnis harus menemukan keseimbangan antara menjaga kepuasan pelanggan dan tetap menghasilkan keuntungan. PO kecil memang tidak bisa dihindari, tapi kalau terus-menerus menggerus margin, Anda harus mulai menerapkan strategi yang lebih efisien.

Dengan menerapkan konsolidasi pesanan, optimasi rute, manajemen inventory yang lebih cerdas, dan pendekatan edukatif kepada customer, Anda bisa mengubah tantangan ini menjadi peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Jadi, langkah apa yang akan Anda ambil? Tetap menanggung biaya pengiriman yang tinggi, atau mulai mengendalikan logistik supaya lebih menguntungkan?

Semoga bermanfaat!

Bagikan artikel ini ke rekan Anda yang lain supaya mereka juga mendapatkan manfaatnya. Untuk lebih banyak insight bermanfaat tentang supply chain management, follow akun LinkedIn saya. Dapatkan juga ebook dari scmguide.com di sini untuk semakin menambah wawasan supply chain management Anda. Anda bebas menggunakan semua artikel di blog ini untuk tujuan apapun, termasuk komersil, tanpa perlu memberikan atribusi.

Avatar photo

Dicky Saputra

Saya adalah seorang profesional yang bekerja di bidang Supply Chain Management sejak tahun 2004. Saya membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja keseluruhan supply chain mereka.

View all posts by Dicky Saputra →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *