Oktober 7, 2022

Kupas Tuntas Perbedaan 3PL dan 4PL

Anda tentu familiar dengan apa yang disebut dengan 3PL. Tapi, apakah anda tahu apa 3PL itu sebenarnya? Apa bedanya dengan 4PL? Mana yang anda butuhkan, 3PL atau 4PL? Bagaimana dengan “PL” yang lainnya?

Ngga gampang untuk memutuskan apa yang paling anda butuhkan antara 3PL dan 4PL. Yang jelas, anda butuh salah satunya untuk membuat supply chain anda semakin optimized.

Tapi anda harus berhati-hati dalam memutuskan. Salah memutuskan, malah bisa rugi besar. Belum lagi bakalan berpengaruh buruk juga pada tingkat customer service anda.

Karena alasan-alasan itulah, pada artikel kali ini saya mau membahas tentang apa definisi dari “PL” tersebut. Apa bedanya antara 3PL dan 4PL. Dan bagaimana itu bisa mendukung suksesnya supply chain strategy anda.

Definisi 1PL, 2PL, 3PL, 4PL, 5PL

Ngga pakai lama, ayo kita lihat satu per satu definisi “PL” ini mulai dari 1PL sampai 5PL.

1PL – First-Party Logistics

Gampangnya, 1PL itu adalah ketika perusahaan mengirimkan barang atau produk dari satu lokasi ke lokasi lainnya sendiri menggunakan asetnya sendiri.

Misalnya, peternakan lokal yang mengirimkan sendiri telur-telur mereka ke toko sembako untuk dijual.

2PL – Second-Party Logistics

2PL adalah sebuah perusahaan yang punya aset seperti truk, kapal, atau pesawat yang digunakan untuk mengangkut produk dari satu tempat ke tempat lain.

Dalam kasus peternakan lokal tadi, peternakan tersebut menyewa jasa 2PL untuk mengangkut telur-telur mereka dari peternakan ke toko sembako.

3PL – Third-Party Logistics

Beda lagi dengan konsep 3PL.

Dalam konsep 3PL, perusahaan tetap memegang pengawasan manajemen. Hanya saja mereka meng-outsource operasional transportasi dan logistiknya ke provider. Yang di outsource bisa sebagian atau keseluruhan operasional logistik.

Biasanya, ada juga aktifitas tambahan yang dilakukan oleh 3PL. Misalnya, pengemasan produk untuk memberi nilai tambah terhadap keseluruhan supply chain.

3PL

Nah, dalam contoh peternakan lokal di atas, 3PL yang ditunjuk juga akan bertanggung jawab untuk mengemas telur-telur tadi ke dalam kemasan karton sebelum mengantarkannya ke toko sembako.

4PL – Fourth-Party Logistics

Kalau skema 4PL, perusahaan meng-outsource aktifitas manajemen logistik sekaligus eksekusinya di seluruh supply chain.

4PL provider biasanya menawarkan manajemen dan insight yang lebih strategis dalam supply chain perusahaan.

Manufacturer akan menggunakan layanan 4PL untuk meng-outsource keseluruhan operasional logistik mereka.

Dalam contoh peternakan lokal sebelumnya, 4PL akan berkomunikasi dengan peternakan tersebut untuk meminta mereka menghasilkan lebih banyak telur-telur karena stok di toko sembako sudah menipis.

5PL – Fifth-Party Logistics

5PL provider akan memberikan solusi logistik yang inovatif dan membangun supply chain network yang optimal.

Mereka akan mencari cara bagaimana efisiensi keseluruhan supply chain bisa ditingkatkan sekaligus menambah nilainya lewat penggunaan teknologi, seperti blockchain, robot, automation, atau RFID.

Dari penjabaran di atas, kalau anda lihat mulai dari 1PL sampai 5PL, semakin bertambah angkanya, semakin banyak pula fungsi logistik yang di outsource ke provider dan ngga lagi dikelola sendiri.

Skema yang paling populer tentu saja 3PL dan 4PL.

Sekarang, ayo kita lihat bagaimana 3PL dan 4PL bisa mengatasi tantangan supply chain yang dihadapi perusahaan anda.

Apa itu 3PL provider?

Istilah 3PL sudah dikenal sejak tahun 1970-an.

Gampangnya, 3PL adalah pihak ke tiga yang terlibat dalam aktifitas logistik sebuah perusahaan di luar pengirim/penerima dan pengangkutan.

3PL ngga mengambil alih ownership atau kepemilikan produk yang diangkutnya.

Perannya adalah sebagai perantara atau bisa dibilang manager di antara kedua pihak lainnya.

Dalam sejarahnya, yang pertama kali berperan sebagai 3PL adalah sebuah intermodal marketing company yang menerima kargo dari shippers dan men-tender-kannya ke railroads. Dalam hal ini, mereka menjadi pihak ke tiga di dalam kontrak antara shippers dan carriers.

Sekarang ini, kita kenal kalau perusahaan yang menawarkan jasa logistik mereka disebut sebagai 3PL. Itu termasuk pelayanan seperti pengangkutan parts dan material dari suppliers ke manufacturers, juga finished products dari manufacturers ke distributor dan retailers.

3PL

3PL itu sendiri bisa jadi punya atau ngga punya aset, seperti truk dan gudang, misalnya.

Dalam beberapa kasus, peran antara 3PL dan broker memang bisa terlihat saling tumpang tindih.

Tapi, umumnya broker berperan untuk memastikan kapasitas pengangkutan untuk shipment tertentu saja. Sedangkan 3PL bisa berperan sebagai broker atau menggunakan jasa broker lainnya untuk mengangkut produk klien mereka.

Anda juga pasti suka:

Apa saja scope dari 3PL?

Kebanyakan 3PL akan menawarkan integrated supply chain services, seperti:

  • Transportation
  • Warehousing
  • Cross-docking
  • Inventory management
  • Packaging
  • Freight forwarding

Mereka bisa memodifikasi dan meng-customize layanan mereka untuk memenuhi kebutuhan customer. Tentunya itu akan berdasar pada bagaimana strategi mereka untuk mengangkut, menyimpan, dan memenuhi permintaan produk dan material customer mereka.

Kapan perusahaan perlu menggunakan jasa 3PL?

Perusahaan biasanya akan beralih ke 3PL saat mereka merasa supply chain mereka terlalu kompleks untuk mereka tangani sendiri.

Sedangkan 3PL menawarkan banyak pengalaman mereka yang didapat dari bekerja sama dengan banyak perusahaan dari berbagai industri.

Dan tentu saja yang ngga ketinggalan adalah teknologi, seperti TMS dan WMS, yang mungkin lebih canggih daripada yang dimiliki klien mereka. Tentu saja anda ngga perlu berinvestasi pada software yang sama kalau anda menggunakan jasa mereka.

Kalau anda punya 3PL partner yang sudah bekerja sama dengan anda dalam jangka waktu lama, saya yakin anda punya keuntungan untuk mendapatkan harga yang lebih murah dibandingkan customer mereka yang lain. Plus, menjadi prioritas dalam layanan mereka.

Kelebihan dan kekurangan 3PL

Keuntungan dari 3PL tentu saja kemampuannya untuk menawarkan strategi inovatif untuk membuat supply chain anda lebih cost-effective dan responsif.

Tapi tetap ada hal-hal yang perlu anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa mereka.

Namanya juga meng-outsource operasional logistik anda, tentu saja itu akan membuat anda ngga punya pengawasan kontrol langsung ke kondisi di lapangan.

3PL

Artinya, akan ada aktifitas-aktifitas yang akan berjalan di luar pengawasan langsung anda.

Karena itulah, anda harus memastikan 3PL yang anda tunjuk benar-benar mampu untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Karena ketika mereka gagal memenuhi ekspektasi customer anda, anda lah yang akan disalahkan, bukan mereka.

Masalah lainnya adalah ketergantungan anda terhadap mereka.

Saat anda sudah meng-outsource beberapa bagian bisnis anda secara signifikan ke 3PL, bakalah sulit tuh bagi anda untuk mengganti ke provider yang lain atau menarik kembali operasional tersebut pada saat harga dan layanan yang diberikan 3PL tersebut sudah ngga lagi memenuhi ekspektasi anda.

Apa itu 4PL?

Fourth-Party Logistics, atau 4PL, mewakili tingkat manajemen supply chain yang lebih tinggi untuk customer.

4PL memberikan kliennya pandangan “control tower” dari supply chain mereka, mengawasi banyak gudang, perusahaan pelayaran, perusahaan pengiriman barang dan agen.

Tujuannya adalah supaya 4PL bertindak sebagai interface tunggal antara semua aspek supply chain dan organisasi kliennya.

Dalam beberapa kasus, 4PL bisa dibentuk sebagai usaha patungan atau kontrak jangka panjang antara klien utama dan banyak mitra. Seringnya bertujuan untuk mengelola logistik untuk lokasi atau lini bisnis tertentu.

Struktur 4PL itu sendiri bisa bervariasi karena mungkin terdapat komponen 4PL dalam hubungan kerjasama dengan 3PL dengan scope yang luas.

Gampangnya, 4PL adalah bentuk outsourcing proses bisnis, mirip dengan meng-outsource sumber daya manusia atau fungsi keuangan.

Apa perbedaan antara 3PL dan 4PL?

Biasanya, 4PL ngga punya aset baik itu berupa transportasi atau gudang.

Sebaliknya, 4PL mengkoordinasikan aspek-aspek supply chain tersebut dengan vendor.

4PL bisa mengkoordinasikan aktivitas 3PL lainnya yang menangani berbagai aspek supply chain.

Fungsi 4PL berada pada tingkat integrasi dan optimalisasi. Sedangkan 3PL lebih fokus pada operasional sehari-hari.

Keuntungan utama dari kerjasama 4PL adalah kerjasama tersebut merupakan hubungan strategis yang fokus pada penyediaan layanan tingkat tertinggi untuk nilai terbaik. Beda dengan 3PL yang lebih fokus pada transaksi.

4PL menyediakan satu titik kontak untuk supply chain anda. Sedangkan dengan 3PL, akan ada beberapa aspek yang masih harus anda kelola sendiri.

Warehouse

Nah, 4PL mengambil alih proses tersebut untuk anda. Mereka bertindak sebagai perantara antara 3PL, operator, vendor gudang, dan fungsi lain dalam supply chain anda.

Kerjasama 4PL akan menyederhanakan dan merampingkan fungsi logistik anda menggunakan teknologi untuk mendapatkan visibilitas yang lebih luas dan menerapkan disiplin operasional di banyak mitra dan supplier.

Perusahaan jadi bisa fokus pada kompetensi intinya dan mengandalkan mitra 4PL untuk mengelola fungsi supply chain untuk mendapatkan nilai maksimum.

Gampangnya lagi, 4PL bertindak seperti apa yang akan dilakukan perusahaan kalau fungsi supply chain tersebut dikelola secara internal.

Kalau perusahaan anda melakukan transisi model supply chain untuk melakukan skema distribusi terdesentralisasi, mitra 4PL bisa turun tangan di situ dan mengelola kompleksitas tersebut.

Retailer, khususnya, beralih ke model yang lebih responsif untuk mendukung layanan e-commerce. Sebuah 4PL bisa mengelola jumlah sumber daya yang berlipat ganda yang diperlukan untuk bersaing di tingkat itu.

Era Distribution Center super regional dengan luas jutaan meter persegi mungkin sudah berakhir karena perusahaan saat ini memilih menggunakan shared-warehouse di dekat pusat customer utama mereka berada untuk meningkatkan responsiveness.

4PL bisa mengelola skema tersebut sekaligus mengoptimalkan network untuk menggunakan pengangkutan paket atau kurir yang mendukung e-commerce, bukan lagi LTL.

Anda juga pasti suka:

Keunggulan 4PL

Memilih mau menggunakan 3PL atau 4PL bisa jadi keputusan yang rumit. Semua tergantung pada seberapa kompleks supply chain anda dan apa tujuan strategis perusahaan anda.

Kerjasama dengan 3PL akan bekerja dengan baik pada saat organisasi anda sudah punya strategi supply chain yang solid dan berkinerja tinggi serta yang anda butuhkan hanyalah dukungan untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Bekerja dengan 3PL biasanya butuh komitmen dan pengawasan manajemen internal untuk memastikan kinerja supply chain anda tetap memenuhi standar yang sudah ditetapkan.

Tapi, akan banyak keputusan sehari-hari yang berada di luar tangan anda karena anda mengandalkan provider yang dipilih oleh 3PL yang anda tunjuk untuk memenuhi komitmen layanan anda.

Warehouse & truck

3PL berbasis aset mungkin akan lebih fokus untuk memastikan kalau asetnya sendiri lah yang digunakan sepenuhnya. Mereka mungkin akan cenderung mengorbankan provider lain, bahkan dengan tarif yang lebih rendah atau layanan yang lebih baik, asalkan aset mereka terpakai.

4PL berbasis non-aset cenderung bersifat lebih obyektif dalam memilih provider. Mereka berfokus untuk menemukan kombinasi terbaik antara nilai yang diberikan dan layanan.

Biasanya, 4PL juga akan menawarkan teknologi terintegrasi yang memberikan visibilitas tingkat tinggi ke dalam supply chain anda untuk tujuan analisis taktis dan strategis.

Tentu saja, tetap dibutuhkan sumber daya internal untuk mengelola kinerja 4PL. Tapi, itu akan berupa tingkat pengawasan yang lebih tinggi daripada 3PL.

3PL VS 4PL, mana yang lebih baik untuk anda?

Kalau perusahaan anda menghadapi supply chain yang semakin kompleks dan berjuang untuk memenuhi harapan customer untuk lebih responsif, maka 3PL atau 4PL yang inovatif merupakan solusi terbaik untuk anda.

Saat anda bermitra dengan 3PL/4PL yang inovatif, solusi supply chain anda bisa dioptimalkan untuk memaksimalkan customer satisfaction dan menjadi lebih kompetitif.

Kemitraan logistik paling sukses paling sukses adalah yang memadukan aliran produk dan aliran informasi dengan smooth. Di situlah teknologi akan berperan untuk menentukan keunggulan supply chain anda.

Jadi, untuk menjawab apakah 3PL atau 4PL yang anda butuhkan, semua kembali pada seberapa kompleks supply chain anda dan apa tujuan strategis yang ingin anda capai.

”Kalau anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan-rekan anda lainnya dan gabung dengan scmguide telegram channel untuk mendapatkan artikel bermanfaat lainnya dari blog ini.”

Avatar photo

Dicky Saputra

16+ tahun berkecimpung di bidang supply chain management. Saya membantu perusahaan meningkatkan kinerja supply chain secara keseluruhan.

View all posts by Dicky Saputra →
%d blogger menyukai ini: