Januari 23, 2022

6 Tahap Mewujudkan Ide Produk dari Konsep Sampai Manufacturing

Kali ini saya akan mengajak anda untuk membahas tahapan-tahapan yang harus anda lalui untuk mewujudkan sebuah produk mulai dari konsep sampai ke proses manufacturing.

Anda tentu tahu, setiap produk yang kita gunakan hari ini dulunya hanyalah sebuah ide.

Mulai dari smartphone, mobil, semua berawal dari orang-orang yang punya kepercayaan diri dan resources untuk bisa mewujudkan ide tersebut menjadi kenyataan.

Terlepas dari tujuan anda membuat produk, apakah untuk membuat perusahaan anda tetap kompetitif, dapat untung besar, atau menciptakan pasar baru, anda ngga akan bisa mencapai tujuan tersebut kalau anda melalui prosesnya dengan terburu-buru, bermalas-malasan, atau mengambil jalan pintas.

Proses yang harus anda lalui mulai dari brainstorming ide untuk melemparkan produk baru ke pasar memang kelihatannya berlarut-larut dan menakutkan.

Karena itulah, penting bagi anda mempersempit langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengubah produk dari konsep sampai ke manufacturing.

Itu yang akan kita jabarkan di sini.

Dan sebelumnya saya ingin mengajak anda terlebih dulu untuk bergabung dengan scmguide telegram channel supaya anda terus mendapatkan artikel-artikel bermanfaat lainnya dari blog ini.

Baik, kita lanjutkan.

Berikut adalah 8 langkah yang harus anda lakukan untuk mengubah produk mulai dari konsep sampai ke manufacturing.

Langkah 1: Konsep Produk

Tujuan utama tahap ini adalah untuk memvalidasi solusi yang anda tawarkan.

Proof of Concept (POC) pada tahapan ini perlu anda lakukan terutama kalau anda ingin memperkenalkan produk dengan inovasi dan teknologi baru.

Misalnya, kalau anda hanya ingin memperkenalkan produk tas ransel dengan desain dan bahan yang berbeda, anda ngga terlalu membutuhkan pembuktian konsep.

Kenapa?

Karena tas ransel adalah sebuah produk yang umum. Ketidakpastian penerimaan pasar dan resiko dari konsep yang ditawarkan bisa dibilang dapat diabaikan.

Tapi, di sisi lain, kalau anda ingin meluncurkan sebuah perangkat biometrik baru yang bisa mendeteksi jumlah sel darah anda, anda harus memulainya dengan POC untuk memvalidasi teknologi, kebutuhan pengguna, dan menentukan persyaratan teknis yang semuanya punya ketidakpastian dan resiko tinggi.

manufacturing; concept

Ide utama membuat POC adalah untuk melakukan validasi dalam bentuk yang paling sederhana dan secepat mungkin supaya konsep anda berfungsi dan memang itulah yang dibutuhkan end user.

Karena itulah, penggunaan produk siap pakai yang akan punya fungsi serupa, umum digunakan dalam tahap ini.

Atau, anda bisa menggunakan komponen-komponen yang punya fungsi mirip yang sudah tersedia sehingga anda ngga perlu berinvestasi banyak pada tahap awal ini.

Di sinilah anda akan membentuk rencana dan garis besar ide produk anda.

Anda bisa membuat sketsa dan catatan di samping penjelasan tentang apa yang anda inginkan dari produk tersebut dan bagaimana anda ingin produk tersebut digunakan oleh konsumen.

Anda dan tim anda harus mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Siapakah target konsumen anda?
  • Apakah produk anda dibutuhkan?
  • Apakah produk ini akan memecahkan masalah target konsumen anda?
  • Siapa pesaing anda?
  • Apakah anda punya cukup anggota tim untuk menyelesaikan semua langkah pengembangan?
  • Apa roadmap produk ini?
  • Seberapa besar pasarnya?
  • Apakah ada tren yang sedang berlangsung seputar produk serupa?
  • Apakah anda punya dana yang cukup untuk memproduksi produk ini?
  • Apa nama hasil akhir produknya?

Langkah 2: Riset

Anda perlu meneliti seperti apa permintaan saat ini, apa saja produk yang serupa, atau seperti apa persaingan yang sudah ada di pasar saat ini. Ini penting untuk konsep produk anda.

Kalau ada produk di luar sana yang bisa bersaing dengan produk anda, maka anda perlu bertanya:

  • Bagaimana produk anda jadi lebih baik?
  • Apakah konsumen akan punya pengalaman yang berbeda saat menggunakan produk anda dibandingkan dengan produk yang serupa?
  • Bagaimana ide anda akan meningkatkan apa yang sudah ada di pasar?
  • Bagaimana anda akan memasarkan produk anda setelah selesai dikembangkan sepenuhnya?
  • Siapa yang akan menjadi target pasar anda?

Langkah 3: Desain

Setelah riset anda selesai, dan ide tersebut sudah melewati tahap penyaringan awal, sekarang waktunya menyelami desain konsep anda.

Saat anda sedang mengembangkan desain, ingat end user anda. Karena itu adalah faktor paling penting untuk anda pertimbangkan.

manufacturing; design

Tujuan akhirnya adalah untuk punya produk dengan desain yang user friendly.  Untuk itu, banyak hal yang perlu dipertimbangkan selama tahap ini.

Saat anda mengembangkan desain produk, pertimbangkan hal berikut:

  • Fungsi produk anda
  • Bagaimana itu akan digunakan?
  • Terbuat dari apa?
  • Berapa lama konsumen akan menggunakan produk anda?
  • Apakah ini memerlukan warranty?
  • Berapa biaya pembuatannya?
  • Apakah anda bisa memperoleh keuntungan dari produk anda?
  • Apakah ini membutuhkan baterai?
  • Desain kemasan

Anda juga pasti suka:

Langkah 4: Buat Desain Akhir

Sekarang kita lihat tahapan-tahapan apa saja yang harus anda lakukan untuk mematangkan sebuah desain.

Design Prototype

Tujuan utama tahap ini adalah untuk memvalidasi kegunaan dan estetika dari produk yang akan anda buat.

Design prototype adalah cara terbaik untuk menguji faktor bentuk produk yang akan dibuat dan menunjukkannya kepada pengguna.

Dalam beberapa kasus, prototipe ini harus punya beberapa fungsi dasar, terutama kalau penting untuk mengevaluasi interaksi pengguna.

Tapi, umumnya prototipe dibuat tanpa mengintegrasikan fungsi apa pun dari produk tersebut, kecuali kalau memang benar-benar diperlukan seperti yang saya sebutkan sebelumnya.

Contoh paling gampang adalah produk hardware di mana software-nya ngga terintegrasi pada level ini.

Anda pernah lihat unit smartphone palsu di toko kan? Yang cuma ada bentuknya saja? Nah, seperti itu contohnya.

Pada tingkat produk ini, anda bisa membuat lebih banyak versi produk.

Anda bisa membuat variasi desain itu dengan relatif sederhana dan murah menggunakan model karton, busa atau kayu, 3D printer, atau metode laser cutting, misalnya.

Hasil akhirnya ngga berarti harus terlihat indah, yang penting cukup untuk memenuhi tujuan tahap ini, seperti memastkan dimensi dan volume, proporsi bentuk, interaksi pengguna, identitas visual, dan material finishing kalau itu adalah fitur yang penting.

Pada level ini, anda juga bisa mempertimbangkan alternatif lain untuk membuat prototipe, seperti sketsa konsep dan rendering. Tapi kemungkinan besar anda akan menggunakan kombinasi versi digital dan fisik.

manufacturing; prototype

Sebelum melanjutkan, inilah saat yang tepat untuk mulai mengevaluasi kemasan akhir produk anda.

Kemasan akhir biasanya ditunda sampai menit-menit terakhir produk hampir dalam tahap produksi. Tapi, seringkali masalah ini malah membuat proyek tertunda dan bahkan sampai memaksa perubahan desain.

Mengingat hal itu, maka penting untuk anda untuk mulai melihat kemasan akhir pada tahap ini. Paling ngga, anda mendapatkan gambaran seperti apa bentuknya dan bagaimana kemasan itu akan dibuat.

Untuk beberapa produk, pengemasan hampir sama pentingnya dengan produk akhir itu sendiri. Jadi, jangan pernah meremehkan pekerjaan ini dan teruslah mengevaluasinya di setiap tahapan produk.

Functional prototype

Tujuan utama tahap ini adalah memvalidasi fungsionalitas produk.

Kalau produk anda lebih terkait dengan desain eksternal, seperti produk tas ransel tradisional, kacamata hitam, casing ponsel, dan banyak lainnya, tahapan ini bisa dilewatkan.

Dalam kasus tersebut, fungsionalitas akan dievaluasi dengan design prototype daripada functional prototype.

Baik, kita lanjutkan untuk produk yang memang membutuhkan functional prototype.

Pada tahap ini, tujuan anda adalah untuk memvalidasi fungsionalitas utama produk anda dan menguji fitur yang menjadi prioritas atau punya resiko tertinggi.

Sebaiknya anda mengatur tata letak komponen fungsional utama tanpa dibatasi volume produk akhir pada tahap ini. Kecuali kalau memang ada ketergantungan yang erat antara komponen tersebut dengan bentuk akhir produknya.

Misalnya begini, anggap saja anda sedang membuat produk berupa speaker. Dan anda harus menguji kualitas sub-woofer produk tersebut. Dalam hal ini, anda harus mengintegrasikan semua komponen sampai penutup paling akhir untuk menguji dinamika suara, getaran, peredam bising, dan sebagainya. Tapi, anda masih bisa mengatur semua elektronik, baterai, tombol dan kontrol, layar LCD dan komponen lainnya secara terpisah.

Dapat poinnya kan?

Keuntungannya adalah:

  • Anda jadi ngga terbatasi oleh ruang.
  • Memungkinkan pertukaran komponen.
  • Memungkinkan penggunaan bagian-bagian yang berukuran lebih besar dan ngga tersedia pada awalnya yang nantinya bisa anda ganti dengan komponen akhir yang sudah anda sesuaikan.
  • Memungkinkan pengujian fungsional komponen dan subsistem secara paralel sebelum integrasi ke dalam produk akhir.
  • Kemudahan visualisasi dan pemantauan sistem.

Jadi, pada level ini, estetika bukanlah fokus utamanya dan ngga seharusnya menjadi perhatian anda.

Biasanya, prototipe di tahap ini ngga akan terlihat seperti produk akhirnya.

Engineering prototype

Tujuan utama tahap ini adalah untuk verifikasi kelayakan produk.

Sekarang, setelah desain dan fungsionalitas produk selesai dievaluasi dan dikonfirmasi, saatnya untuk anda menggabungkan keduanya dalam satu prototipe.

prototype

Yang sering menjadi tantangan utama tahap ini adalah bagaimana mengintegrasikan semua komponen fungsional ke dalam bentuk yang diusulkan karena keterbatasan ruang.

Yang bisa anda lakukan adalah menggunakan functional prototype sebelumnya untuk menguji beberapa custom components anda dan alternatifnya yang bisa anda gunakan pada produk akhir secara paralel. Jadi, anda mencoba berbagai alternatif komponen dengan fungsi yang sama.

Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kelayakan teknis dari desain yang sudah lengkap, termasuk penutup akhir dan bagaimana semuanya bisa dipasang bersama. Dan tentu saja juga untuk mengidentifikasi kalau masih ada kendala lainnya.

Prototipe pada tahap ini sudah mulai terlihat seperti produk akhir, tapi masih butuh “bantuan” untuk tetap menyatukan bagian-bagiannya dan masih dengan hasil finishing yang kasar.

Pada level ini juga anda harus menentukan desain dan spesifikasi teknis secara rinci.

Anda juga pasti suka:

Pre-production Prototype

Target utama tahap ini adalah untuk memverifikasi kelayakan produk.

Betul, metode produksi memang sudah dipertimbangkan pada seluruh tahap sebelumnya. Tapi, pada tahap ini, proses produksi akan dirinci dan dikonfirmasi untuk memastikan bahwa produk tersebut memang bisa diproduksi.

Aktifitas terpenting pada level ini adalah untuk membuat serangkaian proses produksi singkat (short run) untuk repeatability dan pengujian.

Mungkin memang masih belum mewakili metode produksi akhir sepenuhnya dan masih akan menggunakan alat produksi “khusus” untuk membuat proses manufacturing skala kecil.

Pengaturan manufacturing skala kecil ini akan memungkinkan anda untuk menunda investasi besar yang diperlukan untuk equipment dan tools pada produksi yang sebenarnya tapi tetap akan memberikan anda beberapa sampel dengan kualitas yang mendekati hasil produksi nanti.

Beberapa contoh opsi manufacturing skala kecil yang bisa anda gunakan misalnya komponen cetak 3D dan alat cetak 3D, cetakan silikon atau aluminium, jig dan fixtures semi-otomatis, atau laser cutting.

Sampel dari tahap ini ini bisa digunakan untuk tujuan sertifikasi kalau memang produk anda memerlukannya.

pre-production

Nah, berhubung kesiapan produk untuk diproduksi sudah divalidasi pada tahap ini, maka saat ini jugalah waktu yang tepat bagi anda untuk menjalankan kampanye crowdfunding atau mencari pendanaan untuk persiapan tingginya biaya alat produksi, plus pemesanan bahan baku dan komponen yang diperlukan untuk memulai produksi.

Bahkan produk dari tahap ini berpotensi menjadi penjualan pertama anda, setidaknya untuk beberapa customer tertentu.

Production samples

Tujuan utama tahap ini adalah untuk memvalidasi proses manufacturing anda.

Kita sampai pada tingkat produk akhir, di mana anda sebenarnya ngga lagi menggunakan kata prototipe. Sebagai gantinya, anda akan membuat contoh produk yang sebenarnya.

Pada tahap ini, anda akan menggunakan proses produksi, peralatan dan tools yang akan digunakan untuk produksi nanti untuk memastikan kesiapan produksi dan standar kualitas produk.

Setelah semua tools dan peralatan produksi dibuat dan dipasang, produksi dijalankan, beberapa hasil produksi pertama akan diperiksa untuk memastikan kualitas produk.

Proses manufacturing divalidasi melalui dijalankannya produksi di mana semua proses dan langkah perakitan dikoordinasikan dan quality control diterapkan.

Akan ada sangat sedikit penyesuaian desain pada tahap ini dan ada lebih banyak aktifitas pematangan proses, pengujian, dan pemantauan.

Mungkin anda akan butuh sedikit modifikasi dan tools adjustment pada tahap ini.

Tapi, biasanya sebagian besar masalah umum yang mungkin terjadi pada tahap validasi proses manufacturing bisa dihindari dengan mempertimbangkan langkah-langkah pembuatan dan perakitan produk di tahap sebelumnya.

Langkah 5: Feedback dan Pengujian

Sekarang anda melihat kalau produk anda akhirnya bisa diproduksi. Tapi, sebelum anda rilis ke konsumen, sekaranglah saatnya untuk pengujian lebih lanjut.

Anda bisa meminta feedback dari beberapa calon customer potensial, karyawan anda, teman, atau keluarga. Yang anda harus perhatikan adalah feedback dan kritik jujur dari ​​mereka.

Kalau memang ada perbaikan yang perlu dilakukan atau masalah yang perlu ditangani, pertimbangkan untuk membuat perubahan tersebut sebelum debut resmi produk anda, kalau memungkinkan. Atau, kalau ngga memungkinkan dan masih bisa ditunda karena ngga critical, anda bisa jadikan itu untuk rencana pengembangan produk selanjutnya.

dapatkan feedback

Tanpa memberikan pengarahan yang berlebihan, amati dan catat bagaimana setiap orang berinteraksi dengan produk anda.

Tindak lanjuti pengamatan anda dengan pertanyaan yang bisa membantu anda selama tahap pemasaran.

Langkah 6: Official Release

Anda sudah berhasil membawa produk anda dari sebuah ide menjadi produk jadi. Sekarang saatnya untuk mulai menjual dan mendapatkan keuntungan.

Anda perlu marketing campaign produk yang kuat untuk menarik target pembeli anda.

Anda bisa mempertimbangkan press release, berbagai macam iklan, atau mungkin public launch events.

Kalau produk anda unik, anda bisa mempertimbangkan untuk membuat situs web eCommerce untuk produk anda.

Kalau produk anda lebih umum, pendekatan marketing anda bisa berupa kerjasama dengan bisnis besar yang akan membantu anda menjual produk anda.

Yang pasti, apa pun kategori produk anda, anda harus membangun narasi yang kuat di balik merek dan produk anda sehingga calon customer anda memahami mengapa mereka harus membeli produk anda.

Kesimpulan

Semua produk berasal dari sebuah ide, sebuah konsep. Dan tugas anda adalah mewujudkannya menjadi sebuah produk yang nyata melalui proses manufacturing.

Yang harus anda fokuskan adalah memikirkan bagaimana produk tersebut bisa memenuhi kebutuhan calon customer anda. Sekaligus bagaimana anda bisa memproduksinya dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Enam tahapan di atas bisa membantu anda untuk mewujudkan ide-ide anda sampai ke tahap manufacturing dengan lebih terorganisir, lebih terarah, dan memastikan anda ngga melewatkan poin-poin penting yang harus ada di dalam produk anda.

Semoga bermanfaat!

”Kalau anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan-rekan anda lainnya dan gabung dengan scmguide telegram channel untuk mendapatkan artikel bermanfaat lainnya dari blog ini.”

Dicky Saputra

Supply chain practitioner with 16 years of working experience. I help companies improve their end to end supply chain performance. You can contact me on: Email: dicky.scmguide@gmail.com Linkedin: https://www.linkedin.com/in/dickysaputra

View all posts by Dicky Saputra →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: