Desember 9, 2021

Biaya Supply Chain: Definisi, Penggerak, Cara Analisis dan Strategi Menguranginya

Apa itu biaya supply chain?

Biaya supply chain adalah biaya yang punya persentase cukup besar dari total harga penjualan suatu produk atau layanan.

Produsen biasanya mendefinisikan biaya supply chain sebagai total biaya kepemilikan.

Total biaya kepemilikan didefinisikan sebagai kombinasi harga pembelian atau perolehan barang atau jasa.

Untuk itu, mereka menambahkan biaya tambahan yang dikeluarkan sebelum atau sesudah pengiriman produk atau layanan.

Menerapkan analisis total biaya kepemilikan ke supply chain menyiratkan pengidentifikasian semua biaya langsung, ngga langsung, dan biaya terkait lainnya.

Sebelum kita bahas lebih jauh tentang analisis biaya supply chain, saya mau mengajak Anda juga untuk bergabung dengan scmguide telegram channel supaya ngga ketinggalan update artikel-artikel bermanfaat dan penting lainnya dari blog ini.

Analisis biaya supply chain

Bagaimana cara menghitung biaya supply chain?

Sebagian besar produsen bertujuan menciptakan supply chain paling optimal untuk organisasi mereka.

Tapi, terkadang mereka kekurangan informasi lengkap yang mereka butuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.

Tantangan yang sangat umum mereka hadapi di sini adalah kurangnya visibilitas ke semua biaya supply chain. Dan paling sering, cuma fokus pada beberapa biaya supplier dan transportasi yang paling jelas.

Pandangan terbatas tentang ruang lingkup fungsi supply chain ini, gagal mempertimbangkan biaya lain yang diserap organisasi secara internal, terutama yang berkaitan dengan pembelian produk dan layanan.

Karena biaya internal ini bisa secara signifikan meningkatkan total biaya supply, produsen harus punya metode yang tepat untuk mengidentifikasi dan menghitungnya untuk menghindari pengambilan keputusan pembelian berdasarkan data yang ngga akurat atau ngga lengkap.

Langkah pertama dalam menghitung total biaya supply chain adalah menciptakan konteks yang tepat dan format yang akurat yang bisa menggabungkan semua faktor biaya.

Sangat penting untuk mengidentifikasi “masalah” internal yang relevan dan menerjemahkannya ke dalam nilai uang.

Masalah internal ini yang bisa mempengaruhi biaya keseluruhan termasuk kejadian fisik, seperti tingkat scrap, kerusakan dalam pengiriman atau masalah peningkatan kualitas, masalah operasional, kesalahan penanganan manual seperti invoice yang salah, percepatan pengiriman yang berulang, dll.

Biaya Supply Chain: Definisi, Penggerak, Cara Analisis dan Strategi Menguranginya

Salah satu metode yang terbukti untuk mengevaluasi masalah internal dan eksternal adalah Unit Total Cost (UTC) atau biaya total per unit.

Biaya total per unit didefinisikan sebagai harga pembelian unit yang diubah dengan faktor moneter yang sesuai yang ditetapkan untuk setiap kondisi.

UTC membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang berapa sebenarnya biaya sumber supply tertentu. Ini sangat berguna saat memilih atau bernegosiasi dengan supplier.

Ini juga memberikan konteks bagi semua pemangku kepentingan untuk melihat gambaran total biaya organisasi mereka.

Langkah selanjutnya adalah memetakan alur proses manufaktur, mengidentifikasi kemungkinan masalah, dan menghitung biaya yang terkait dengan masalah tersebut.

Biaya ini dibagi menjadi “biaya keras” dan “biaya lunak”.

Biaya keras melibatkan invoice atau pengeluaran tunai langsung, yang bisa mencakup pembayaran pengiriman atau inventory.

Biaya lunak adalah biaya yang memanfaatkan sumber daya tapi ngga punya pengeluaran kas langsung, tapi biaya tersebut mengukur produktivitas.

Penggerak biaya supply chain

Internet of Things (IoT) saat ini dalam supply chain cukup kompleks dan saling berhubungan secara rumit.

Oleh karena itu, pengurangan biaya di satu area operasi bisa secara langsung mengakibatkan kenaikan biaya atau variasi biaya di area lain.

Menjadi penting bagi produsen untuk memahami keterkaitan antara berbagai proses dalam supply chain mereka dan dampak pemotongan biaya di satu area pada sisa value chain lainnya.

Berikut ini adalah beberapa pendorong yang bisa memengaruhi biaya supply chain Anda.

Anda juga pasti suka:

Biaya investasi

Supply chain global saat ini adalah berupa jaringan supplier, produsen, distributor, dan pengecer multi-lokasi, yang saling terhubung yang membentang di seluruh industri dan geografi.

Keputusan investasi sangat penting dalam skenario ini. Itu membantu menciptakan strategi cerdas jangka panjang tentang kapan, mengapa, dan bagaimana berinvestasi di fasilitas baru seperti gudang, pabrik, serta sumber daya dan peralatan yang dibutuhkan.

Biaya Supply Chain: Definisi, Penggerak, Cara Analisis dan Strategi Menguranginya

Keputusan investasi yang terinstrumentasi dengan baik, yang didukung oleh manajemen biaya investasi yang efektif, bisa sangat membantu.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan produsen untuk mengelola biaya investasi mereka:

  • Pandangan holistik dari seluruh jaringan supply chain
  • Strategi pasar yang cerdas dan pengetahuan kompetitif
  • Wawasan real time untuk mendorong keputusan manufaktur berbasis data yang akurat untuk hasil jangka panjang
  • Analisis prediktif yang akurat tentang kemungkinan skenario “what-if” untuk melakukan investasi yang baik.

Biaya transportasi

Biasanya, biaya transportasi barang jadi dan jasa yang lebih tinggi adalah akibat dari perencanaan supply chain yang buruk, rute yang ngga efisien, dan penyebaran sumber daya yang ngga efektif.

Oleh karena itu, penting bagi produsen untuk membuat keputusan yang tepat, yang bisa memengaruhi biaya transportasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya, seperti lead time pengiriman, fluktuasi harga bahan bakar, armada, peraturan kargo, dll.

Berikut adalah hal yang harus produsen perhatikan untuk mengelola biaya transportasi mereka:

  • Perancangan jaringan supply chain yang tepat untuk lokasi supplier, produsen, distributor, dan customer yang optimal.
  • Menyesuaikan pemanfaatan kapasitas yang ada dengan menyesuaikan ukuran muatan, atau melibatkan perusahaan logistik pihak ketiga (3PL), bila diperlukan.
  • Merencanakan berbagai rute angkutan dengan mempertimbangkan kapasitas dan kendala yang ada.
  • Pemilihan supplier, distributor, co-manufacturer, mitra transportasi yang tepat, dll.

Biaya procurement

Memilih supplier terbaik untuk kiriman supply chain Anda sendiri bisa menjadi keputusan strategis yang mempengaruhi biaya supply chain secara keseluruhan.

Supplier yang bisa memberikan bahan terbaik, dengan biaya terendah, dan waktu tersingkat, adalah pilihan yang jelas.

Berikut adalah daftar hal yang harus produsen periksa untuk mengelola biaya procurement:

  • Manfaatkan jaringan supplier andal Anda yang ada, dan pilih dari mitra yang dikenal, karena mereka sudah mengetahui karakteristik supply chain Anda.
  • Gunakan data historis dan wawasan real time untuk membuat keputusan sambil membandingkan kinerja dan harga berbagai supplier.

Biaya produksi

Biaya produksi berdampak langsung pada biaya supply chain. Produsen perlu memastikan kalau mereka punya rencana produksi yang strategis, logis, taktis, dan operasional.

Biaya Supply Chain: Definisi, Penggerak, Cara Analisis dan Strategi Menguranginya

Biaya overhead manufaktur seperti listrik, air, serta pemeliharaan dan perbaikan peralatan, bisa meningkatkan biaya produksi secara signifikan.

Berikut adalah hal yang harus produsen perhatikan untuk mengelola biaya produksi:

  • Kemampuan untuk menilai biaya produksi unit berdasarkan peralatan atau proses operasional mana yang ngga efisien.
  • Kemudian rencanakan investasi manufaktur potensial dalam teknologi baru sesudah mempertimbangkan alternatifnya.
  • Melacak efektivitas tenaga kerja termasuk lembur, pengakhiran hubungan kerja, dll.
  • Mengelola waktu penyiapan alat berat yang dipersingkat dan dampaknya terhadap peningkatan downtime peralatan, lead time produksi, dan pengurangan kapasitas.
  • Pengerjaan ulang dan proses yang berlebihan yang mengarah pada pembelian kembali bahan baku yang mahal dan bahkan memulai kembali seluruh proses manufaktur dari awal.

Anda juga pasti suka:

Biaya inventory

Inventory merupakan faktor besar baik bagi produsen kecil, atau besar, yang membantu mereka mengatasi volatilitas dan ketidakpastian demand dan supply.

Ironisnya, sementara inventory adalah bantalan untuk melindungi produsen dari fluktuasi pasar yang tajam, inventory juga bisa mengakibatkan biaya tinggi.

Berikut adalah daftar yang harus produsen periksa untuk mengelola biaya inventory:

  • Mengelola tingkat inventory yang akurat bisa berdampak positif terhadap biaya pergudangan dan transportasi. Itu menghasilkan manajemen modal yang efektif untuk mendorong pertumbuhan perusahaan.
  • Mengurangi biaya inventory itu ngga sama dengan menghilangkan inventory sama sekali. Konsepnya adalah untuk mengurangi kelebihan inventory dan mempertahankan jumlah yang tepat dari stok produk yang tepat.

Biaya kualitas

Ini adalah premis dasar manufaktur, yaitu kalau barang-barang berkualitas tinggi ngga bisa dibangun dengan biaya efektif dari komponen berkualitas rendah.

Kualitas harus menjadi aspek yang konsisten dalam menjalankan bisnis dan harus ditangani dengan cara yang sama di seluruh value chain.

Khususnya untuk supply chain yang menggunakan manajemen just-in-time di bidang manufaktur dengan tingkat inventory rendah, karena metode ini ngga mampu menanggung kegagalan kualitas.

Berikut adalah daftar yang harus produsen perhatikan untuk mengelola biaya kualitas:

  • Produsen yang mengadopsi kualitas sebagai strategi persaingan utama, lebih siap untuk menangani fluktuasi pasar, untuk memastikan kalau biaya produk mereka lebih rendah.
  • Rencana kualitas yang efektif bisa secara signifikan mengurangi pengerjaan ulang, memo, inspeksi ulang, dan meningkatkan pengiriman tepat waktu.
  • Dengan identifikasi masalah dan kemampuan pemecahan masalah yang baik, produsen bisa memperoleh manfaat dari kualitas unggul, penghematan besar, dan penyimpangan jadwal yang lebih sedikit.

Strategi pengurangan biaya supply chain

Pemanfaatan aset

Tips singkatnya, manfaatkan aset yang ada untuk produktivitas yang lebih besar.

Aset yang kurang dimanfaatkan, seperti armada kendaraan, fasilitas, atau inventory, menciptakan inefisiensi yang lebih tinggi, yang juga berarti ROI yang buruk.

Terus periksa cara aset digunakan, termasuk kepemilikan, jadwal pengiriman, pemanfaatan tenaga kerja lintas shift, menyesuaikan kapasitas gudang berdasarkan permintaan puncak, dll.

Sales & Operations Planning (S&OP)

Tips singkatnya, fokuslah pada proses yang akurat dan kemudian tentukan sistem Anda.

S&OP membantu dalam berbagi informasi dan menyatukan orang-orang yang tersebar di seluruh departemen fungsional dalam satu rencana terstruktur dan terpadu.

Beberapa tanda kalau Anda mungkin punya masalah dengan proses S&OP Anda adalah seperti berikut ini:

  • Terlalu banyak insiden kehabisan stok.
  • Stok “SLOB” (Slow moving OBsolete) tinggi.
  • Peningkatan penyimpangan dalam demand plan Anda.
  • Perubahan yang sering terjadi pada jadwal produksi.
  • Ngga akurat atau ngga adanya forecast yang tepat.

Strategi supply chain

Tips singkatnya, tujuan bisnis haruslah mendorong strategi dan strategi tersebut kemudian harus mendorong taktik bisnis, bukan sebaliknya.

Rancang strategi supply chain yang mendorong keseluruhan bisnis atau tujuan layanan customer, sambil memahami kebutuhan customer.

Ajukan pertanyaan di bawah ini untuk memvalidasi apakah strategi tersebut sudah dirancang secara akurat atau belum:

  • Sudahkah Anda mendokumentasikan strategi supply chain dengan benar?
  • Apakah fungsi supply chain cuma terbatas pada satu atau dua departemen fungsional alih-alih secara holistik mencakup fungsi bisnis secara luas?
  • Apakah proyek supply chain tertentu dikelola dalam silo tanpa koordinasi dengan yang lain?

Anda juga pasti suka:

Manajemen inventory

Tips singkatnya, rencana manajemen inventory yang terencana dengan baik bisa menunjukkan dengan tepat area yang berpotensi menghemat biaya.

Keuntungan gudang secara langsung dipengaruhi oleh tingkat inventory, termasuk data stok yang salah, kesalahan pelacakan, serta kelebihan atau kekurangan material.

Ini adalah kunci untuk mengembangkan strategi manajemen inventory yang baik, yang mencakup berbagai faktor seperti rencana procurement, analisis kegagalan, dan strategi manajemen bencana.

Strategi transportasi

Tips singkatnya, strategi transportasi yang terdefinisi dengan baik, bisa membuka beberapa area tersembunyi dari penghematan biaya supply chain.

Strategi transportasi yang mencakup faktor-faktor kunci dari perspektif supply chain, bisa mengurangi biaya dari layanan transportasi atau bahkan layanan kontainer pengiriman sesuai permintaan.

Ini juga bisa menghindari risiko dalam manajemen armada dan memprediksi kerusakan peralatan, yang pada akhirnya menghemat biaya signifikan untuk perbaikan dan aktivitas manajemen kecelakaan yang reaktif.

Peran kecerdasan buatan dalam mengurangi biaya supply chain

Bagi produsen, supply chain adalah jalur kehidupan bisnis mereka yang bekerja dengan produk fisik. Oleh karena itu, membutuhkan banyak jam kerja dan sumber daya untuk bisa beroperasi secara efektif.

Dua manfaat utama supply chain berkemampuan AI dan adopsi dalam smart supply chain management adalah peningkatan efisiensi operasional dan pengurangan biaya supply chain.

Menurut sebuah studi oleh McKinsey, penghematan supply chain adalah hasil dari analisis pengeluaran yang lebih baik dan pengoptimalan jaringan yang lebih baik.

Penghematan biaya supply chain adalah hasil dari peningkatan hasil, energi, dan output.

Dampak positif AI dalam biaya supply chain mencakup peningkatan efisiensi pengiriman, mengidentifikasi pola dan rencana untuk perilaku customer yang diprediksi, data yang lebih akurat untuk prakiraan supply chain, pengambilan keputusan yang lebih cepat, dan menciptakan desain efisiensi supply chain yang lebih kuat dan tinggi.

Salah satu area penting di mana AI menunjukkan janji supply chain yang signifikan adalah proses menghilangkan hambatan pemborosan yang bisa membantu mengurangi biaya operasional.

Supply chain management software, adalah sebuah “mesin” penghapusan bottleneck bertenaga AI yang bisa membantu secara substansial menurunkan biaya supply chain.

Software tersebut akan terus-menerus mendeteksi, mengidentifikasi, mengatur, dan mencegah pergeseran operasi bottleneck untuk menghemat biaya signifikan dalam keterlambatan, inefisiensi, dan kehilangan pendapatan.

Customer Anda akhirnya mendapatkan pesanan mereka diproses lebih cepat dan Anda menghemat uang dengan berfokus pada operasi supply chain otomatis, berkelanjutan, dan efisien. Semua ini sambil menggunakan data Anda yang ada secara real-time.

Kalau Anda ingin mulai mengalami penghematan biaya yang signifikan di seluruh supply chain Anda, Anda harus mencoba menerapkan software semacam itu. Tentu saja, semua itu kembali pada hasil studi Anda akan seberapa mendesak kebutuhan Anda terhadap software tersebut.

Semoga bermanfaat!

“Bagikan artikel ini pada tim atau rekan Anda supaya mereka juga bisa mendapatkan manfaatnya. Pastikan juga Anda bergabung dengan scmguide telegram channel untuk mendapatkan artikel-artikel penting seputar supply chain management lainnya karena bakal banyak lagi yang akan saya bagikan di channel tersebut. Semoga bermanfaat!”

Dicky Saputra

Supply chain practitioner with 16 years of working experience. I help companies improve their end to end supply chain performance. You can contact me on: Email: dicky.scmguide@gmail.com Linkedin: https://www.linkedin.com/in/dickysaputra

View all posts by Dicky Saputra →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: