Desember 9, 2021

8 Cara Paling Efektif Mengurangi Supply Chain Lead Time

Berbicara mengenai kenapa harus mengurangi supply chain lead time, itu disebabkan karena ngga ada satu customer pun yang suka untuk menunggu.

Kalau pun mereka harus menunggu, biasanya itu karena mereka ngga punya pilihan lain. Tapi begitu mereka punya pilihan lain, anda pasti akan langsung ditinggalkan karena telah membuat mereka menunggu. Itu sudah pasti.

OEM pun sama. Ngga ada OEM yang mau menunggu lebih lama dari waktu yang mereka harapkan. Lebih lama dari waktu yang anda dan customer anda sepakati.

Apalagi kalau sampai OEM harus menunda produksi hanya karena suku cadang yang mereka butuhkan belum lengkap.

Lead time yang panjang akan punya konsekuensi finansial yang cukup signifikan.

Lead time yang panjang bisa menyebabkan kekurangan atau bahkan hilangnya produk anda di pasaran. Atau, bisa juga berarti kalau anda harus menyimpan stok lebih banyak di gudang anda.

Dan hilangnya produk anda di pasaran adalah peluang besar bagi pesaing anda untuk merebut market share anda.

Belum lagi karena lead time yang panjang ini, kemampuan anda untuk menghadapi perubahan pasar pun menjadi terbatas.

Dan keadaan bisa menjadi lebih buruk kalau ternyata barang yang anda tunggu-tunggu punya masalah kualitas yang buruk. Pada saat itu terjadi, anda hanya akan punya sedikit waktu untuk bereaksi.

Karena itulah, mengurangi dan memperkirakan lead time secara akurat itu sangatlah penting dalam sebuah proses produksi.

Nah, pada postingan kali ini, saya akan membagikan sejumlah cara yang bisa anda gunakan untuk mengurangi supply chain lead time anda secara signifikan.

8 cara efektif untuk mengurangi supply chain lead time

Gunakan supplier lokal

Memilih untuk menggunakan supplier lokal daripada supplier luar negeri bisa mengurangi supply chain lead time anda secara signifikan.

Kita ngga berbicara hitungan hari lagi di sini. Tapi sudah berbicara hitungan minggu.

Ya, lead time anda bisa berkurang dalam hitungan minggu kalau anda menggunakan supplier lokal daripada supplier luar negeri.

Belum lagi anda jadi bisa menghindari resiko keterlambatan pengiriman disebabkan miskomunikasi karena kendala bahasa.

Tingkatkan order frequency

Pembelian barang dalam jumlah besar mungkin memang menguntungkan karena anda bisa mendapatkan harga lebih murah. Tapi itu juga bisa berarti lead time yang lebih panjang dalam supply chain anda.

Mengurangi supply chain lead time bisa dilakukan dengan menaikkan order frequency.

Dan itu juga berarti anda akan menghadapi resiko kehilangan penjualan karena anda harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pesanan anda karenanya.

Masalahnya pun belum berhenti sampai di situ. Pemesanan dalam jumlah banyak berarti anda juga harus menyimpan stok lebih banyak saat barang pesanan anda tiba. Dan itu akan membutuhkan banyak resources anda.

Terus apa yang harus dilakukan?

Analisa berapa sebenarnya jumlah pesanan optimal yang perlu anda buat. Pemesanan barang dengan jumlah yang lebih kecil dengan order frequency lebih tinggi itu bisa jauh lebih menguntungkan.

Itu adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi supply chain lead time anda dan, tentu saja, biaya penyimpanan anda.

Anda juga pasti suka:

Berikan sales forecast pada supplier anda

Supplier anda perlu tahu kapan anda akan membuat order berikutnya.

Mereka perlu untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk memenuhi kebutuhan anda.

Kalau mereka punya sales forecast dari anda, mereka akan lebih siap pada saat purchase order anda benar-benar datang.

Buat komponen standar

Kalau anda membutuhkan sebuah komponen yang unik dan hanya anda yang menggunakannya, pastikan supplier anda adalah supplier yang sudah benar-benar spesialis di bidang itu.

Kalau ngga, anda perlu memberi mereka lebih banyak waktu untuk belajar.

Cobalah untuk mengubah komponen-komponen yang anda butuhkan menjadi komponen-komponen standar di mana pun anda bisa.

Kenapa harus standar?

Karena itu akan lebih baik. Itu akan menghemat lebih banyak waktu yang dihabiskan dalam proses engineering dan manufaktur. Dan tentu saja, itu juga berarti anda akan menghemat lebih banyak biaya.

Pastikan designer anda dan designer supplier anda bekerja sama mempelajari komponen-komponen yang bisa diubah menjadi komponen standar. Tentunya dengan tetap menjaga performa dan kualitasnya sesuai dengan standar yang telah anda tetapkan.

Consolidate suppliers

Mengelola lead time dalam supply chain lebih dari sekadar mengelola supplier.

Mengurangi supply chain lead time bisa dilakukan dengan consolidate suppliers.

Pernahkah anda menghitung berapa banyak waktu yang anda habiskan untuk mengelola banyak supplier?

Menjaga operasional tetap lancar, menangani banyak PO, mengelola banyak supplier, semua aktivitas tersebut bisa berdampak negatif pada tujuan anda untuk membuat supply chain lead time anda pendek.

Misalnya begini. Kalau anda punya satu supplier cadangan, itu sangat bisa dimengerti.

Tapi kalau lebih dari dua?

Anda harus mempertimbangkannya kembali. Apakah sebegitu banyaknya supplier cadangan itu benar-benar anda perlukan atau ngga?

Semakin sederhana supply chain anda, semakin pendek lead time anda. Dan semakin sedikit pula waktu yang anda butuhkan untuk mengelolanya.

Anda juga bisa menggunakan vendor management system untuk membantu anda meningkatkan efisiensi anda. Membuat prosesnya menjadi lebih streamline.

Mengkonsolidasi atau mengganti supplier sering kali bisa memberi nilai tambah untuk supply chain anda.

Terapkan metode kitting

Mengurangi lead time juga bisa dilakukan dengan mengurangi waktu yang anda gunakan untuk mengambil barang-barang yang anda perlukan dari gudang.

Kelompokkan barang-barang yang sering anda perlukan.

Dengan begitu, pekerja anda akan tetap bekerja dengan teratur. Mereka akan lebih mudah mengambil barang-barang yang mereka perlukan.

Metode tersebut dikenal sebagai proses “kitting”.

Metode ini bisa meningkatkan efisiensi supply chain anda. Pekerja pun ngga perlu lagi menghitung setiap barang secara individual.

Berikan insentif

Bayangkan situasi ini.

Supplier anda punya lead time 12 minggu. Tapi, anda membutuhkan barang dari mereka dalam 10 minggu untuk produksi anda supaya bisa tetap bersaing dengan kompetitor anda.

Beri insentif supplier anda yang bisa mengirimkan barang lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Apa yang akan anda lakukan dalam situasi itu?

Salah satu cara yang bisa anda lakukan adalah dengan memberi mereka insentif.

Insentif untuk apa?

Insentif karena mereka bisa mengirimkan pesanan anda lebih cepat dari lead time yang seharusnya. Tentunya dengan tetap menjaga kualitas barang tersebut.

Anda juga pasti suka:

Berkomunikasi

Ini salah satu yang sangat penting.

Anda harus tetap berkomunikasi dengan supplier anda untuk memastikan kalau pesanan anda memenuhi ekspektasi anda.

Juga untuk bisa mengidentifikasi masalah apa pun segera setelah masalah tersebut terjadi.

Buat KPI untuk supplier anda. Itu akan memotivasi mereka untuk memenuhi persyaratan dan service level yang anda perlukan.

Kesimpulan

Beberapa produsen mungkin mau menerima lead time yang panjang. Menunda produksi adalah hal yang biasa bagi mereka.

Mereka ngga berpikir kalau mereka sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk mengubah keadaan. Semoga anda bukan salah satunya.

Ada begitu banyak yang bisa anda lakukan untuk mengubah kondisi tersebut. Begitu banyak cara untuk mengurangi supply chain lead time anda dengan tetap menjaga kualitas produk yang anda hasilkan.

Yang harus anda lakukan adalah mengamati.

Dan delapan metode di atas bisa anda gunakan untuk mempersingkat supply chain lead time anda.

Dengan begitu, anda akan bisa mengurangi resiko yang bisa mengganggu produksi anda. Plus, jangan lupakan juga resiko kerugian pendapatan yang bisa anda hindari karenanya.

Bangunlah kemitraan yang kuat dengan supplier anda. Cari supplier yang bisa diandalkan. Yang berkomitmen untuk kesuksesan anda bersama.

Dan yang ngga kalah pentingnya, untuk mempersingkat supply chain lead time anda.

Kalau anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan-rekan anda lainnya dan gabung dengan scmguide telegram channel untuk mendapatkan artikel bermanfaat lainnya dari blog ini.”

Dicky Saputra

Supply chain practitioner with 16 years of working experience. I help companies improve their end to end supply chain performance. You can contact me on: Email: dicky.scmguide@gmail.com Linkedin: https://www.linkedin.com/in/dickysaputra

View all posts by Dicky Saputra →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: