Desember 9, 2021

10 Cara Mengurangi Biaya Suppy Chain Secara Signifikan

Yang namanya bisnis, pasti ingin untung kan? Dan mendapatkan untung itu kalau ngga dengan meningkatkan penjualan, ya dengan mengurangi biaya. Termasuk biaya supply chain anda tentunya.

Karena itulah, di postingan kali ini, saya mau membahas tentang 10 cara yang bisa anda lakukan untuk mengurangi biaya supply chain anda.

Tapi saya ingatkan dulu ya, sebelum anda menerapkan 10 cara ini, pastikan dulu anda sudah tahu area mana di bisnis anda yang harus anda fokuskan untuk dikurangi. Karena dalam supply chain, semuanya saling berhubungan. Bisa saja terjadi anda merasa sudah mengurangi biaya di satu area, tapi justru malah menaikkan biaya di area lainnya.

Contoh gampangnya begini. Anda mengurangi biaya procurement dengan membeli barang dalam jumlah yang lebih banyak sekaligus. Betul, anda akan dapat harga yang lebih rendah. Tapi ingat, di sisi lain, biaya gudang anda akan meningkat karena semakin banyak stok yang harus anda simpan.

Jadi, pastikan benar-benar anda sudah tahu sebelumnya biaya apa dan di area mana yang perlu anda kurangi sehingga Anda bisa fokus di sana dan berkontribusi pada pengurangan keseluruhan biaya supply chain.

Oke, ngga perlu berlama-lama, ayo kita lihat 10 cara yang bisa anda lakukan untuk mengurangi biaya supply chain dan meningkatkan keuntungan Anda.

Maksimalkan penggunaan area yang anda punya

Ini penting. Area yang terutilisasi optimal bisa mengurangi keseluruhan biaya supply chain anda.

Menyimpan barang itu butuh uang. Sewa gedung, membangun gudang, menggaji pekerja gudang, memasang Warehouse Management System, dan sebagainya.

Pertanyaannya, seberapa luas sih area yang harus anda punya untuk keperluan gudang?

Maksimalkan area yang anda punya untuk mengurangi biaya supply chain anda.

Jawabannya, sebesar kebutuhan anda. Ngga lebih, ngga kurang.

Jawabannya akan sangat bergantung pada berapa banyak stok barang yang akan anda simpan. Tapi dengan stock level ideal ya. Plus, beberapa persen untuk safety stock oke lah. Tapi ngga untuk menyimpan deadstock yang sudah ngga terpakai lagi.

Kenapa?

Karena jadi pemborosan namanya kalau anda menyediakan area gudang cuma untuk menyimpan barang-barang yang sudah ngga terpakai lagi.

Jadi, pastikan anda punya area gudang seluas kebutuhan anda. Maksimalkan pemanfaatannya. Dan buang semua barang yang ngga lagi anda perlukan.

Otomatisasi

Tahan dulu. Coba tanya dulu diri anda sebelum menerapkan otomatisasi di gudang atau proses material handling anda.

Apa tujuan anda menerapkan otomatisasi?

Kalau hanya untuk sekedar ikutan trend, demi gengsi, lebih baik ngga usah.

Terapkan otomatisasi kalau anda memang benar-benar membutuhkannya.

Menerapkan otomatisasi seharusnya ditujukan untuk benar-benar mengurangi keseluruhan biaya supply chain anda. Bukan untuk sekedar ikut trend atau demi gengsi.

Otomatisasi bisa meningkatkan pengiriman tepat waktu ke lini produksi anda sekaligus meningkatkan akurasi proses picking dan mengurangi kesalahan-kesalahan prosedur yang mungkin terjadi lainnya.

Yang perlu anda lakukan adalah mengevaluasi bagaimana operasional anda berjalan saat ini. Lihat apakah ada area yang bisa anda otomatisasi supaya lebih efisien?

Anda juga pasti suka:

Sederhanakan proses procurement

Langkah lainnya yang bisa anda lakukan adalah dengan membuat proses procurement anda seefisien mungkin.

Membuatnya lebih efisien bisa berarti anda harus menggunakan satu paket procurement software yang sama untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Kalau anda menggunakan software yang berbeda, bisa timbul resiko kesalahan order di sana yang disebabkan oleh adanya kesalahan penerjemahan data atau kalkulasi antara satu software dengan software lainnya.

Hal lain yang juga sangat penting adalah perlunya approval process sebelum anda meneruskan pesanan anda ke supplier. Jadi, ngga ada yang namanya order ke supplier tanpa approval orang yang berwenang.

Pelajari permintaan pelanggan

Pelajari permintaan pelanggan anda untuk mengurangi biaya supply chain anda.

Lihat dan pelajari pola permintaan pelanggan anda. Apakah ada yang perlu anda lakukan untuk menyesuaikan diri dengan pola permintaan tersebut?

Pola permintaan pelanggan anda akan berubah dari bulan ke bulan atau dari musim ke musim. Anda bisa menggunakan informasi itu untuk membuat keputusan pembelian barang yang lebih akurat termasuk keputusan mengenai jumlah barang yang akan diproduksi.

Pastikan anda mengemas produk anda dengan baik

Kemasan produk itu sangat penting. Dan anda harus memastikan kalau produk anda dikemas dengan benar.

Semakin baik kemasan produk anda, semakin kecil kemungkinannya akan rusak selama proses pengiriman.

Anda harus memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab dalam proses pengemasan produk melakukan tugasnya dengan baik. Jadi resiko kerusakan saat pengiriman bisa berkurang atau malah dihindari.

Lihat keterkaitan supply chain anda

Lihat dan evaluasi setiap titik supply chain anda.

Dengan begitu, Anda akan tahu perubahan apa yang perlu anda lakukan untuk meningkatkan kinerja supply chain anda dan mengurangi biayanya secara keseluruhan.

Tanya pada diri dan tim anda.

Hal-hal apa saja yang bisa dihilangkan?

Hal-hal apa saja yang bisa ditingkatkan?

Dan apa saja hal yang bisa diubah supaya semua menjadi lebih efisien?

Terapkan Just-In-Time Inventory Management

Pertimbangkan untuk menerapkan JIT (Just In Time) dalam inventory management anda. Itu akan membuat gudang anda hanya berisi barang-barang yang memang anda butuhkan.

Hasilnya, biaya penyimpanan stok bisa dikurangi dan anda pun terhindar dari resiko kelebihan stok yang bisa berujung pada write-off.

Outsourcing

Outsourcing adalah salah satu opsi yang bisa anda ambil untuk mengurangi biaya supply chain anda.

Outsourcing juga merupakan salah satu strategi yang tepat untuk dijalankan.

Evaluasi penyedia layanan outsourcing yang ada. Apakah mereka akan mampu memenuhi ekspektasi anda? Mampu memberikan produktivitas dan efisiensi yang lebih baik yang sebanding dengan uang yang anda bayarkan ke mereka atau ngga?

Dengan penerapan yang tepat, outsourcing bisa menghemat biaya supply chain anda cukup signifikan. Selain itu juga bisa meningkatkan performa supply chain anda secara keseluruhan.

Ukur kinerja anda

Kalau ngga terukur, bagaimana bisa tahu apa yang harus ditingkatkan kan?

Strategi terbaik pun bisa gagal kalau anda ngga mengukur performa supply chain anda.

Atau, dengan kata lain, bagaimana anda bisa tahu berapa banyak uang yang anda hemat kalau anda ngga tahu berapa banyak uang yang Anda bayarkan?

Jadi, pastikan anda punya KPI (Key Performance Indicator) yang tepat dan teruslah pantau kinerjanya terhadap target yang ingin anda capai.

Pastikan organisasi anda dalam keadaan teratur

Anda harus memastikan semua fungsi internal yang ada bekerja dengan baik dan ngga ada satu pun masalah internal yang bisa mempengaruhi jalannya supply chain anda secara keseluruhan.

Evaluasi fungsi internal anda dengan hati-hati. Lihat apakah anda perlu membuat perubahan untuk mengoptimalkan kinerja dan efisiensi supply chain anda atau ngga.

Kesimpulan

Sangat mungkin untuk mengurangi biaya supply chain anda. Anda harus ingat itu.

Sepuluh cara di atas bisa digunakan sebagai awalan.

Dan bisa jadi anda sebenarnya cuma perlu melakukan sedikit perubahan untuk mendapatkan hasil yang besar.

Adalah tanggung jawab anda untuk menilai kondisi perusahaan anda saat ini untuk menentukan langkah-langkah tepat yang harus anda ambil untuk mencapai tujuan Anda.

Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah dari sekarang.

“Kalau anda pikir artikel ini bermanfaat, bagikan juga ke rekan-rekan anda lainnya dan gabung dengan scmguide telegram channel untuk mendapatkan artikel bermanfaat lainnya dari blog ini.”

Dicky Saputra

Supply chain practitioner with 16 years of working experience. I help companies improve their end to end supply chain performance. You can contact me on: Email: dicky.scmguide@gmail.com Linkedin: https://www.linkedin.com/in/dickysaputra

View all posts by Dicky Saputra →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: